Bisnis

Ada Kasus Jiwasraya, AXA Mandiri Yakin Nasabahnya Tak Terpengaruh

Ada Kasus Jiwasraya, AXA Mandiri Yakin Nasabahnya Tak Terpengaruh

JAKARTA, - AXA Mandiri meyakini mencuatnya kasus gagal bayar produk asuransi kesehatan JS Saving Plan Jiwasraya pada klaim nasabahnya, tak menurunkan kepercayaan nasabah AXA Mandiri.

Menurut Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma, kepercayaan nasabah ini terbangun karena nama besar Bank Mandiri yang saling mendukung dalam kerja sama bersama AXA atau Bancasurrance.

"Karena kami ekosistemnya dari Bank Mandiri. Perusahaan ini juga konglomerasinya ke Bank Mandiri. Jadi, kepercayaan nasabah sangat kuat dengan AXA Mandiri," kata Handojo di Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2020).

Handojo juga menyebut, apa yang terjadi pada kasus Jiwasraya ini sama sekali tidak berpengaruh kepada kepercayaan nasabah.

"Saya lihat enggak begitu besar pengaruhnya, hampir enggak ada malah," jelasnya.

Handojo mengatakan, jauh sebum kasus Jiwasraya mencuat, perusahaan sudah memperkenalkan produk proteksi. Produk proteksi ini diperkenalkan untuk mendukung strategi bisnis AXA Mandiri yang suistainable kedepannya.

"Saya sudah mulai memperkenalkan produk proteksi, malah sebelum Jiwasraya jadi kasus atau menjadi booming. Itu sejak 2018 akhir . Memang strategi bisnis kami, bagaimana membut AXA Mandiri ini ke depan lebih solid, sustainable dan (kuat) secara finansial," tegasnya.

Untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan, maka produk proteksi juga berfokus pada intis bisnis perusahaan.

Sampai dengan 2019, total klaim yang sudah dibayarkan oleh AXA Mandiri mencapai lebih dari Rp 5,3 triliun.

AXA Mandiri telah melayani lebih dari 1 juta masyarakat Indonesia yang didukung oleh lebih dari 2.000 finnancial advisor yang tersebar di lebih dari 1.880 kantor cabang Bank Mandiri dan Bank Mandiri Syariah.