Bisnis

Akibat Corona, Pembukaan Penerbangan dari China ke Belitung Tertunda

Akibat Corona, Pembukaan Penerbangan dari China ke Belitung Tertunda

JAKARTA, - Wakil Bupati Belitung Ishak Meirobie mengatakan, akibat wabah virus corona yang telah membunuh ribuan jiwa di seluruh dunia membuat rencana membuka penerbangan langsung dari China tertunda.

Padahal seharusnya, untuk rencana pembukaan penerbangan langsung dari China bakal dibuka dalam empat bulan ke depan.

"Corona menahan direct flight Singapura dan rencana direct flight dari China yang sudah kami jajaki dan siapkan tahun ini. Empat bulan lagi seharusnya sudah terbang. Tapi ya sudahlah kami anggap ini cobaan," ujar Ishak di kawasan Bukit Peramun, Belitung, Jumat (28/2/2020).

Pembukaan penerbangan langsung dari China dan Singapura tersebut menyusul realisasi penerbangan langsung dari Kuala Lumpur yang telah dijalankan sejak pertengahan tahun lalu.

Ishak mengatakan, tingginya potensi kedatangan turis mancanegara asal China dilihat dari porsi turis China yang cukup besar menggunakan fasilitas penerbangan langsung dari Kuala Lumpur tersebut.

"20 persen dari Kuala Lumpur itu orang China, dari 30 ribu orang tahun lalu," ujar dia.

Untuk menambal kehilangan potensi wisman tersebut, pemerintah Kabupaten Belitung berupaya menarik minat wisatawan domestik.

Tahun ini, pihaknya menargetkan wisatawan yang menyambangi Belitung di kisaran 400.000 hingga 500.000 orang. Meski dirinya sedikit pesimistis target tersebut bisa tercapai dengan kondisi industri pariwisata yang sedang loyo akibat virus corona.

"Nggak muluk (target wisatawan) cukup pertahankan di 400.000 sampai 500.000, tapi kelihatannya kondisi ini tidak normal. Bukan karena Belitung tidak siap. Karena ada corona, kemudian di awal harga tiket mahal. Pukulannya berkali-kali," ujar Ishak.

"Tapi kami sudah bersiap memperbaiki dengan experience tourism. Orang datang akan mendapatkan pengalaman berbeda, kami buka dengan festival dan di 2020 ini akan ada 88 festival di Belitung," jelas Ishak.

Ishak menjelaskan, porsi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata terhadap keseluruhan PAD Kabupaten Belitung terus meningkat sejak pemerintah memutuskan untuk tak lagi mengandalkan hasil tambang lima tahun yang lalu.

Saat ini, PAD dari sektor pariwisata sebesar Rp 50 hingga Rp 60 miliar. Sementara keseluruhan PAD Kabupaten Belitung tercatat mencapai Rp 190 miliar. Angka tersebut meningkat hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan realisasi PAD lima tahun lalu.

"Jadi kami seperti sudah menemukan jalur yang tepat karena meningkatnya (PAD) 400 persen sejak meninggalkan tambang," ujar Ishak.

"Timah masih menjadi (salah satu sumber PAD) namun ruang lingkupnya makin sempit. Saat ini kami konsisten untuk menjaga alam dan mengembangkan ecosmart tourism," jelas dia.