Bisnis

Akibat Tumpahan Minyak, KKP Bakal Panggil Pertamina Hulu Energi

Akibat Tumpahan Minyak, KKP Bakal Panggil Pertamina Hulu Energi

JAKARTA, - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana bakal memanggil PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) terkait tumpahan minyak mentah yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pemanggilan tersebut disebabkan oleh banyaknya nelayan di daerah setempat mengaku masih menemui tumpahan minyak.

Apalagi, belum semua nelayan dan pelaku usaha di sektor Kelautan dan Perikanan menerima kompensasi dari Pertamina.

"Kami akan mengundang kembali Pertamina Hulu Energi khususnya ONWJ untuk memastikan bahwa kompensasi nelayan bisa kita tuntaskan hingga selesai," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Hanggono di DPR RI Jakarta, Senin (24/2/2020).

Sebelumnya, kompensasi untuk nelayan terkait tumpahan minyak sempat disoroti oleh salah seorang anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ono Surono.

Dia menyebut nelayan masih kesulitan mencari ikan karena terdapat beberapa tumpahan minyak.

"Apalagi kompensasi terhadap nelayan baru 400 orang terealisisasi dari ribuan orang?," ujar Ono Surono di kesempatan yang sama.

Hal tersebut pun kemudian dijawab oleh Aryo. Berdasarkan data terakhir yang dipaparkan Aryo.

Pertamina telah mendata sekitar 10.000 orang yang berhak menerima kompensasi. Namun memang belum seluruh warga menerima kompensasi.

Sebelumnya diberitakan, fenomena minyak tumpah dimulai saat munculnya gelembung gas di sekitar anjungan YY yang dioperasikan PHE ONWJ pada Jumat, 12 Juli 2019 hingga akhirnya terus membesar dan meluas.

Dalam pemberitaan Kompas.com pada Jumat (30/8/2019), penyebab terjadinya tumpahan minyak adalah well kick di sumur (re-aktivasi) YYA-1. Kejadian itu menyebabkan munculnya gelembung di sekitar anjungan lepas pantai YYA PHE ONWJ.

Akhirnya, Pertamina langsung mengaktifkan Incident Management Team (IMT) untuk menanggulangi kejadian tersebut pada hari yang sama dan memberikan kompensasi pada pihak terdampak.