Bisnis

Aplikasi Wirausaha Ini Bantu UMKM agar Naik Kelas

Aplikasi Wirausaha Ini Bantu UMKM agar Naik Kelas

JAKARTA, - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM) menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dukungan pemerintah untuk meningkatkan kualitas UMKM terus dilakukan dengan berbagai kebijakan, salah satunya mendorong digitalisasi.

Perkembangan digital sangat penting agar UMKM mampu bersaing di tingkat global.

Ini menjadi latar belakang PT Majoo Teknologi Indonesia menghadirkan aplikasi wirausaha untuk UMKM, yaitu Majoo.

Majoo tidak hanya menjadi aplikasi kasir atau Point of Sales para UMKM, tetapi juga meliputi pengelolaan keuangan, inventori, pelanggan, karyawan, dan analisa bisnis, sehingga para pelaku UMKM tidak perlu repot dalam mengelola usahanya.

Selain menghadirkan Aplikasi Wirausaha dengan beragam solusi cerdas untuk mempermudah sistem usaha, Majoo juga memberikan akses usaha terhadap pembayaran elektronik, permodalan dan informasi bisnis yang bisa membantu UMKM untuk tumbuh.

“Sesuai misi Majoo yaitu memajukan UMKM dengan inovasi financial technology untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kami mendukung UMKM naik kelas dan dapat membuka akses pasar ke dunia digital,” ujar CEO & Founder Majoo Adi Wahyu Rahadi dalam keterangannya, Selasa (25/2/2020).

Adi menyatakan, pihaknya yakin UMKM memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia.

"Kami juga percaya bahwa setiap UMKM harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses teknologi dan ekonomi digital yang dapat membantu UMKM untuk tumbuh” imbuhnya.

Menurutnya, UMKM memiliki kesenjangan dalam pencatatan keuangan, sehingga membatasi akses terhadap permodalan yang diperlukan untuk pengembangan usaha untuk bisa naik kelas.

Kondisi ini menjadi tantangan UMKM untuk tumbuh melampaui potensi mereka yang sebenarnya.

UMKM sangat berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) pada 2019, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 65 persen atau sekitar Rp 2.394,5 triliun.

Sementara dari sektor ketenagakerjaan, UMKM di Indonesia menyumbang 96 persen dari 170 juta tenaga kerja.