Bisnis

Permintaan Hand Sanitizer Melonjak, Unilever: Harga Akhir Tergantung Retail

Permintaan Hand Sanitizer Melonjak, Unilever: Harga Akhir Tergantung Retail

JAKARTA, - Adanya 2 kasus positif corona di Indonesia membuat beberapa barang sulit ditemukan di pasaran, salah satunya cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

PT Unilever Indonesia Tbk sebagai salah satu produsen hand sanitizer mengatakan, perusahaannya tidak akan menaikkan harga produknya walaupun permintaan meningkat.

Meski begitu, harga akhir ke konsumen tetap ada dimasing-masing retail.

"Harga tetap sama. Kami sudah merekomendasikan harga jual kepada konsumen, namun kebijakan (akhir) harga tersebut tergantung masing-masing retail," kata Direktur dan Sektretaris hand sanitizer Sancoyo Antarikso kepada Kompas.com, Rabu (3/3/2020).

Pantauan Kompas.com di toko retail ternama di Jakarta, produk hand sanitizer mulai langka. Terlihat juga harga produk hand sanitizer melonjak cukup tinggi di toko online dari yang belasan ribu rupiah menjadi puluhan ribu rupiah bahkan ratusan ribu rupiah.

Sancoyo memyebutkan dengan tingkat permintaan masyarakat yang tinggi, perusahaan akan menggenjot produksinya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Mungkin kami akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sebetulnya itu sudah pasti kami tingkatkan tapi memang demand-nya juga kan di luar dari yang kami perkirakan," tegasnya.

Kemunculan virus corona memang sempat membuat beberapa harga kebutuhan kesehatan melonjak. Sebelumnya harga masker juga naik berkali-kali lipat.

Namun, tak perlu panik berlebihan. Bersikaplah bijak menghadapi virus corona. Mulailah upaya pencegahan dengan rajin mencuci tangan dan menjaga kesehatan.