Bisnis

BUMN Rambah Bisnis Rumah Sakit, Pertamina Juaranya

BUMN Rambah Bisnis Rumah Sakit, Pertamina Juaranya

JAKARTA, - Dirintis di era Menteri BUMN Rini Soemarno sejak 2017 silam, rencana pembentukan holding kembali dilanjutkan Kementerian BUMN di bawah Erick Thohir.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan pembentukan holding BUMN rumah sakit bukan membentuk holding baru. Targetnya, ada 64 rumah sakit berbagai tipe yang akan selesai digabungkan pada Desember 2020.

“(Di 2017) baru diresmikan (holding BUMN rumah sakit), (tapi) belum beroperasi (secara maksimal). Dulu (sekedar) simbolis, (makanya) sekarang kita akselerasi biar jalan, sambil memperbaiki strukturnya,” ujar Arya di Kementerian BUMN, Selasa (11/2/2020) lalu.

Holding rumah sakit BUMN ini nantinya akan menginduk ke PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika). Ini wajar, mengingat Pertamina jadi BUMN yang pengelolaan rumah sakitnya dinilai paling mumpuni.

Selain itu, dari sisi jumlah rumah sakit, perusahaan minyak negara ini juga jauh mengguli BUMN lainnya.

Rumah sakit Pertamina banyak tersebar di daerah-daerah yang memiliki kantong-kantong karyawan Pertamina cukup besar, seperti Cirebon, Balikpapan, Jakarta, dan Prabumulih.

Dari deretan rumah sakit besar yang dimiliki Pertamina itu, yang fasilitasnya cukup lengkap di antaranya RS Pertamina Pusat, RS Pertamina Jaya, RS Pertamina Cilacap, RS Pertamina Balikpapan, dan RS Pertamedika Tarakan.

Selain rumah sakit layanan lengkap tipe A, Pertamina juga memiliki jaringan puluhan rumah sakit tipe B dan Tipe C di sejumlah daerah.

Deretan rumah sakit Pertamina lainnya antara lain Rumah Sakit Pertamina Cirebon, Rumah Sakit Pertamina Prabumulih, dan Rumah Sakit Pertamina Tanjung Kalimantan Selatan.

Lalu Rumah Sakit Pertamina Sorong, Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan, Rumah Sakit Pertamina Plaju, Rumah Sakit Pertamina Rantau Aceh, Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Lampung.