Bisnis

Coca Cola Hentikan Sementara Iklan di Seluruh Platform Media Sosial

Coca Cola Hentikan Sementara Iklan di Seluruh Platform Media Sosial

JAKARTA, - Perusahaan produsen minuman kemasan, Coca Cola, memutuskan untuk menghentikan sementara pemasangan iklan di seluruh platform media sosial seluruh dunia, sekurang-kurangnya selama 30 hari.

Berbagai perusahaan raksasa, seperti Verizon, Patagonia, hingga The North Face sebelumnya menyatakan sepakat untuk memboikot pemasangan iklan di platform media sosial, Facebook, selama bulan Juli.

Kendati demikian, CEO Coca Cola James Quincey mengatakan, keputusan yang dilakukannya bukanlah untuk mengikuti langkah-langkah perusahaan besar tersebut.

"Tidak ada tempat untuk rasisme di dunia ini, dan tidak ada tempat juga untuk rasisme di media sosial," ujarnya dikutip dari CNBC, Sabtu (27/6/2020).

James menjelaskan, selama pemasangan iklan dihentikan sementara, pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai kebijakan pemasangan iklan.

"Kami juga berharap adanya perbaikan akuntabilitas dan transparansi dari partner media sosial kami," katanya.

Gerakan boikot pemasangan iklan tengah gencar dilakukan perusahaan-perusahaan raksasa, sebab platform media sosial seperti Facebook dinilai tidak serius menangani unggahan mengenai ujaran kebencian dan rasisme.

Sebelum Coca-Cola, perusahaan raksasa lainnya, Unilever, juga telah menyatakan keputusannya untuk berhenti memasang iklan di Facebook, Instagram, dan Twitter hingga selambat-lambatnya 31 Desember 2020.

Bahkan, setelah Coca-Cola mengumumkan langkah penghentian pemasangan iklan di media sosial, perusahaan lain seperti Levi's dan Dockers juga akan melakukan langkah yang sama.

Merespons pemboikotan tersebut, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, pihaknya siap melakukan diskusi lebih lanjut mengenai kebijakan baru.

"Kebijakan baru untuk menghubungkan pengguna dengan otoritas informasi, mengenai voting, mencari penekan voter, dan melawan ujaran kebencian," ucapnya.