Bisnis

Corona Mewabah, Klaster Perumahan Ini Malah Ludes Terjual Hitungan Jam

Corona Mewabah, Klaster Perumahan Ini Malah Ludes Terjual Hitungan Jam

Pandemi virus corona menghantam segala sektor ekonomi saat ini. Meski demikian, pembelian properti rumah tampaknya masih menunjukkan pertumbuhan, karena merupakan salah satu kebutuhan pokok setiap orang.

Hal itu ditunjukkan pada penjualan properti milik PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Data terbaru, rumah tapak Lippo Karawaci Cendana Homes yang baru diluncurkan ludes diserbu pembeli dalam waktu kurang dari lima jam.

Setelah Cendana Homes, lanjutnya, saat ini klaster Cendana Peak juga ludes terjual. Para pembeli masih tetap didominasi oleh calon pembeli dengan profil anak muda milenial atau orang tua yang membeli buat anaknya.

Tarif Nyaris Rp1 Juta Semalam, Kamar Isolasi Corona Graha RSPP Penuh

Direktur Keuangan LPKR Yudhistira Rusli mengatakan, klaster Cendana Peak yang baru diluncurkan memperoleh sambutan luar biasa. Dengan kelebihan permintaan sebesar 2,2 kali lipat dari 327 unit rumah yang ditawarkan.

Cendana Peak menawarkan rumah tapak berdesain milenial berukuran antara 50 meter persegi (m2) hingga 75 m2 yang berlokasi di kawasan utama Lippo Village.

Menurut Yudhistira, animo konsumen yang besar menjadi bukti berbagai proyek rumah tapak LPKR memiliki kualitas yang sangat baik. Selain mengikuti juga tren pasar terutama kelas menengah dan generasi milenial.

“Kami akan terus hadirkan produk rumah yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," ujar Yudhistira dikutip dari keterangannya, Selasa, 15 September 2020.

Cendana Peak merupakan proyek kedua setelah peluncuran klaster Cendana Homes pada Juli lalu yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga tiga kali lipat. Klaster Cendana Peak juga mengalami oversubscribed dalam hitungan jam, sehingga banyak pemesan belum mendapatkan unit.

Yudhistira mengatakan, untuk memenuhi permintaan pembelian unit yang belum terpenuhi, maka dalam waktu yang tidak lama lagi segera akan diluncurkan klaster terbaru yang tidak kalah menarik.

"Pengembangan klaster-klaster baru ini juga akan dilengkapi pengembangan rumah toko dan kawasan retail dengan harga terjangkau. Hal itu guna mendukung kenyamanan kerja dari rumah yang saat ini dicari oleh pebisnis dan pekerja milenial," tuturnya.

Cendana Peak berlokasi di kawasan utama Lippo Village Karawaci Utara. Area itu memiliki akses langsung ke jalan tol Jakarta Merak dan dekat ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Klaster Cendana Peak terdiri atas 327 unit rumah tapak dengan tiga pilihan tipe, yakni Garden Terrace, Park Balcony, dan Lawn Patio. Harga dibanderol mulai Rp568 juta. Desain unit Cendana Peak adalah rumah dua lantai dengan pilihan dua dan tiga kamar tidur dengan luas tanah mulai 50 m2, 66 m2, dan 75 m2.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai Lippo cukup jeli menangkap momentum kelebihan permintaan. Hal itu dilakukan dengan mereplikasi produk perumahan dengan jenis yang sama.

Ali menilai, strategi LPKR menjual rumah tapak karena strategi yang tepat, sehingga bisa mengalami permintaan yang tinggi. Apalagi, pasokan rumah tapak, dari sisi supply memang kurang.

Selain itu, lokasi Lippo Karawaci memang paling strategis karena bersentuhan langsung dengan akses tol Jakarta – Merak. Di mana banyak masyarakat yang tinggal di ujung barat Jakarta yang akan tertarik untuk mendekat di daerah kerjanya di Jakarta.

Riset yang dilakukan IPW menunjukkan, kawasan Banten mengalami lonjakan permintaan hunian hingga dua kali lipat. Selama ini, pasokan properti banyak berasal dari segmen atas dan segmen bawah. Sementara itu, segmen menengah kurang terakomodir.

Menurutnya, rentang harga yang ditawarkan mulai Rp600 jutaan hingga Rp1 miliar, memuat produk seperti yang diluncurkan Lippo itu yang ditunggu oleh segmen menengah tersebut. (ase)