Bisnis

Dibuka di Zona Merah, IHSG Diprediksi Menguat Tertahan

Dibuka di Zona Merah, IHSG Diprediksi Menguat Tertahan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah di level 5.098 pada pembukaan perdagangan Rabu 29 Juli 2020. Posisi itu melemah 14 poin atau 0,28 persen, dibanding penutupan perdagangan Selasa 28 Juli 2020 di posisi 5.112.

Meski demikian, analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, memprediksi, IHSG bakal menguat tertahan pada perdagangan hari ini, setelah melemah tipis pada perdagangan Selasa kemarin.

"Saham-saham pada sektor aneka industri dan keuangan, diperkirakan masih akan menguat dan mampu menipiskan pelemahan IHSG," kata Lanjar dalam keterangan tertulisnya, Rabu 29 Juli 2020.

Harga Meroket, Antam Beri Saran bagi yang Ingin Jual-Beli Emas

Selanjutnya dari sisi global, investor akan berfokus dan menanti hasil pertemuan The Fed guna melihat kemungkinan-kemungkinan stimulus lanjutan, demi memerangi krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19.

"Sehingga IHSG berpeluang menguat tertahan dengan support-resistance 5.056-5.158," ujarnya.

Lanjar menjelaskan, saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini antara lain adalah ADRO, BJBR, BMRI, HMSP, ICBP, JSMR, SMRA, TLKM, dan TOTL.

Secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji menjelaskan, berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada level 4.975,54 hingga 5.172,37.

Berdasarkan indikator, MACD masih menunjukkan sinyal positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

"Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujarnya. (art)