Bisnis

Eropa Dibayangi Krisis Keuangan Baru?

Eropa Dibayangi Krisis Keuangan Baru?

BERLIN, KOMPAS.com - Penasihan Keuangan pemerintah Jerman mengkhawatirkan munculnya krisis keuangan di kawasan Eropa.

Salah satu anggota dari German Council of Economic Experts Lars Feld adalah salah seorang yang pertama mengatakan kemungkinan adanya pelambatan perekonomian di negara dengan perekonomian terbesar di kawasan Eropa tersebut.

Selain itu, Feld juga tengah mengamati negara Eropa lain, khususnya Italia. Negara ini tengah berjuang menghadapi resesi sekaligus utang pemerintah yang meningkat dan krisis perbankan.

Pengeluaran serta rencana perpajakan pemerintah Italia pun menunjukkan adanya penggelembungan defisit serta utang. Hal tersebut melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Komisi Eropa sekaligus semakin merusak kredibilitas dari kondisi keuangan negara tersebut.

"Sistem perbankan di Italia tidak seaman yang kita harapkan. Terdapat potensi adanya penularan dari sistem perbankan Italia ke sistem perbankan lainnya. Dan (proses penularan) yang pertama adalah dari pemerintah Italia ke keseluruhan sistem perbankan. Ini mungkin akan menjadi krisis Eropa yag baru," ujar dia.

Tujuh penyalur kredit Italia pun dalam tiga tahun kemarin telah diminta untuk mengajukan bailout.

Pemerintah Jerman sendiri memerkirakan pertumbuhan perekonomian hanya sebesar 0,5 persen tahun ini. Angka itu merosot dari perkiraan sebelumnya yang mencapai 1,8 persen seiring dengan semakin sulitnya kondisi manufaktur di negara tersebut.

Adanya standar emisi yang lebih kompleks telah berdampak pada penjualan mobil di semester kedua tahun lalu.

Selain itu, sektor manufaktur yang berkontribusi terhadap seperlima perekonomian Jerman kian terbebani oleh permintaan yang lebih lambat dari China yang merupakan dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dengan Negeri Tirai Bambu tersebut.

Di samping itu, Jerman juga tengah menghadapi tantangan jangka panjang, yaitu bagaimana agar bisa tetap unggul dalam menghadapi persaingan global yang kian ketat.

Berbagai isu yang berkembang di Jerman dan Italia pun membuat Komisi Eropa merevisi pertumbuhan ekonomi mereka jadi 1,4 persen tahun ini.