Bisnis

Ini Hambatan yang Dihadapi Sektor Hulu Migas akibat Corona

Ini Hambatan yang Dihadapi Sektor Hulu Migas akibat Corona

JAKARTA, - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas) mengakui, pandemi virus corona (Covid-19) memberikan berbagai dampak negatif terhadap pelaksanaan kegiatan sektor hulu minyak dan gas (migas) nasional.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan, pihaknya telah mengindentifikasi beberapa dampak yang ditimbulkan Covid-19 terhadap proyek hulu migas.

Pertama, transportasi material proyek hulu migas menjadi lebih lama, khususnya pengiriman material dari luar negeri. Kemudian, mobilisasi pekerja ke lokasi lebih sulit karena perizinan dan waktu karantina.

Bukan hanya itu, kegiatan manufaktur peralatan migas untuk proyek tertunda atau menjadi lebih lama. Lalu, persetujuan pengurusan perijinan pun menjadi lebih lama.

"Serta produktivitas engineering dan konstruksi menjadi lebih rendah," kata Julius dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2020).

Oleh karenanya, Julius menambah, SKK Migas melakukan pertemuan dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mengevaluasi kegiatan yang dilakukan, termasuk mengevaluasi target capaian proyek.

“Hampir semua KKKS yang kami hubungi meminta akses khusus untuk pekerja dan material yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan yang mereka lakukan. Oleh karena itu kami harus membuat perencanaan ulang," tutur Julius.

Beberapa upaya yang dilakukan agar proyek kegiatan tetap dapat dilaksanakan telah dilaksanakan SKK Migas.

Salah satunya, meminta agar para kepala daerah memberikan privilege terhadap pergerakan manusia dan barang yang dibutuhkan oleh hulu migas, tanpa melanggar kaedah kehati-hatian.

“Dalam menjalankan operasi, kami selalu menjunjung tinggi keselamatan kerja. Oleh karena itu kami juga setuju dengan adanya protocol yang ketat dalam menghadapi wabah Covid-19 ini," ucap Julius.

Sebagai informasi, sepanjang 2020 SKK Migas menargetkan ada 11 proyek hulu migas yang akan onstream, dimana mayoritas proyek merupakan pengembangan lapangan gas.