Bisnis

Pantau Kebun Plasma Sawit, PTPN V Pakai Drone

Pantau Kebun Plasma Sawit, PTPN V Pakai Drone

JAKARTA, - PT Perkebunan Nusantara V ( PTPN V) menandatangani nota kesepahaman terkait pengelolaan kebun plasma berbasis precision farming melalui pemetaan geospasial dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR).

Dengan adanya kesepahaman ini, nantinya para petani plasma bisa mengelola kebun sawit dengan lebih efektif dan efisien. Pasalnya, pemantauan kebun sawit nantinya bisa menggunakan pesawat tanpa awak atau drone.

Melalui teknologi ini, petani plasma bisa mendapat informasi mengenai luas area, jumlah pokok yang presisi, peta kontur, peta jalan, peta parit/sungai, bahkan sampai tingkat kesehatan dari tanaman.

“Ke depannya, pengelolaan kebun plasma perusahaan akan dilaksanakan berbasis pemetaan geospasial, untuk itu hari ini kami menggandeng Aspekpir DPD Riau, sebagai salah satu wadah yang menaungi KUD Plasma Perusahaan, untuk bekerja sama dalam hal pemetaan yang presisi,” ujar Direktur Utama PTPN V Jatmiko K Santosa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/1/2020).

Jatmiko menuturkan, saat ini KUD yang telah bermitra dengan PTPN V produktivitasnya terus meningkat. Dalam usia 30 bulan produktifitasnya sudah mencapai 14 hingga 16 ton TBS per tahun.

“Produktifitas sebanyak itu sudah di atas standar PPKS (nasional) yang 12 ton TBS pertahun. Untuk itu besar harapan kami, kedepannya MoU antara PTPN V dan Aspekpir Riau yang juga mendukung Program Satu Data dari pemerintah ini, dapat terealisasi dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, serta berdampak pada produktifitas sawit rakyat yang optimal," kata Jatmiko.

Sementara itu, Gubernur Riau H Syamsuar menambahkan, pengelolaan industri industri kelapa sawit harus mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.

"Harus kita ikuti perkembangan. Kita dukung seluruh usaha untuk berinovasi dan pengembangan kelapa sawit. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.