Bisnis

Pasar Properti Lesu, Triniti Land Genjot Optimalisasi Proyek Baru

Pasar Properti Lesu, Triniti Land Genjot Optimalisasi Proyek Baru

VIVA – Chief Executive Officer Triniti Land, Ishak Chandra, mengungkapkan pihaknya akan selalu berupaya menjaga produktivitas dalam pengembangan proyek-proyek baru di sektor properti, sebagai bagian dari rencana bisnis perusahaan.

Dia mengaku, komitmen untuk terus menjaga stabilitas produktifitas pada proyek-proyek baru di setiap tahun. Hal itu merupakan salah satu kunci bagi perusahaannya untuk tetap bertahan dan berkompetisi di pasar properti nasional.

"Dalam rencana bisnis kita, setiap tahun itu kita di Triniti Land akan mengeluarkan satu atau dua proyek baru," kata Ishak di kawasan Kasablanka, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu 12 Mei 2019.

"Proyek di Batam saja itu 20 hektare, jadi kayak proyek BSD gitu. Maka setiap tahun itu kita akan launching produk baru, itu kita punya komitmen," ujarnya.

Bahkan, di saat sejumlah pihak beranggapan bahwa pasar properti nasional semakin lesu dalam tiga atau empat tahun belakangan, Ishak mengaku bahwa Triniti Land masih terus berupaya menjaga produktifitasnya.

Dia menjelaskan, dengan produk dan konsep yang dipikirkan matang-matang supaya mendapatkan pasar yang tepat, Triniti Land tetap bisa diterima pasar dan tetap berkembang, terutama di masa 10 tahun usianya saat ini.

"Jadi walaupun pasar lagi slow down, kita tetap bersiap untuk lebih baik," kata Ishak.

Dia pun mencontohkan bagaimana inovasi serta pemetaan konsep properti dan penjelajahan pasar yang efektif, bisa terus dilakukan Triniti Land dalam masa 10 tahun usianya saat ini.

Salah satunya adalah pada proyek yang saat ini tengah mereka kembangkan di Kota Batam, di mana perpaduan konsep penggunaan dan segment properti sangat diperhatikan oleh pihaknya dalam membaca arah dan gerakan pasar properti di sana.

Sehingga, lanjut Ishak, dalam masa menjelang launching-nya proyek Batam tersebut pada bulan Agustus mendatang, hingga saat ini pihaknya sudah mampu menjual hampir sekitar 50 persen dari keseluruhan proyek tersebut.

"Batam itu mix use, di mana 23 hektare terdiri dari lima distrik dan kita bagi menjadi tiga fase. Setiap fase itu memakan waktu kurang lebih empat sampai lima tahun. Dan total nilai pertumbuhan pembangunan untuk Batam itu kurang lebih antara Rp5-7 triliun," kata Ishak.

"Kita targetkan tahun ini dari Batam, karena kita baru mau launching bulan Agustus nanti, tapi kita sudah lakukan presale. Sekarang yang sudah laku sekitar 40-50 persen sudah terjual," ujarnya. (ren)