Bisnis

Paviliun Indonesia Ingin Menggebrak Dubai

Paviliun Indonesia Ingin Menggebrak Dubai

VIVA – Pemerintah Indonesia menyatakan optimistis terhadap kesuksesan Paviliun Indonesia pada Expo 2020 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Dody Edward, memperkirakan keikutsertaan Indonesia di Expo 2020 Dubai memerlukan biaya hingga Rp400 miliar.

Untuk itu, selain dana berasal dari pemerintah, pihak swasta digandeng untuk berkontribusi menjadi sponsor untuk Paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai. Ia juga mengatakan Paviliun Indonesia akan beroperasi selama 173 hari di Dubai.

Menurutnya, peluncuran Paviliun Indonesia ini membawa optimisme bahwa segenap pemangku kepentingan akan bekerja optimal untuk bersinergi menampilkan paviliun yang menggambarkan Indonesia masa depan," kata dia, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis, memaparkan perkembangan pembangunan Paviliun Indonesia di Dubai.

"Saya yakin Expo 2020 Dubai dapat meningkatkan perdagangan, pariwisata dan investasi untuk Indonesia, khususnya dari Timur Tengah maupun negara lainnya,” ujar Husin.

Saat ini tercatat sudah lima perusahaan yang telah menjadi sponsor, yaitu PT Astra International Tbk sebagai sponsor utama, kemudian PT Gajah Tunggal Tbk, Grup April, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan Citarasa Prima (CRP) Group selaku pengelola restoran di Paviliun Indonesia.

Sebagai informasi, Paviliun Indonesia terletak di jalur utama di distrik “Opportunity” yang strategis dengan luas lahan 1.860 meter persegi. Paviliun bertema “Transforming Future Civilization Through Innovations and Diversity” ini akan terdiri dari 3 lantai.

Setiap lantai akan memiliki cerita berbeda tapi saling terkait dan berkelanjutan. Semua cerita yang ada di tiap lantai akan ditampilkan secara Entertainment, Interaktif, dan Futuristik.

Diharapkan paviliun ini akan menjadi wajah Indonesia masa depan dengan berfondasikan berbagai inovasi, beyond technology, dan tetap selaras dengan berbagai kearifan lokal bangsa Indonesia.