Bisnis

Penjualan Kosmetik di China Melonjak pada Maret 2020, Covid-19 Mereda?

Penjualan Kosmetik di China Melonjak pada Maret 2020, Covid-19 Mereda?

SHANGHAI, - Penjualan kosmetik di China mengalami perbaikan dengan pesat.

Hal ini sejalan dengan para pegawai yang telah kembali bekerja dan para peritel fokus pada pemasaran secara online, setelah pemerintah melonggarkan kebijakan lockdown yang diterapkan untuk menurunkan penyebaran virus corona.

Dilansir dari South China Morning Post, Selasa (7/4/2020), Anne Ling, analis di Jefferies dalam laporannya menyatakan, penjualan kosmetik pada Maret 2020 cenderung membaik, yakni hanya turun 20 persen.

Angka ini jauh lebih baik dibandingkan pada bulan sebelumnya, yakni anjlok 60 hingga 80 persen ketika kegiatan di luar ruangan dibatasi, sehingga menurunkan permintaan kosmetik.

Platform e-commerce Pinduoduo, misalnya, melaporkan, penjualan masker wajah dan cairan pembersih riasan melonjak lebih dari lima kali lipat pada Maret 2020 dibandingkan pada Februari 2020.

"Penjualan kosmetik, seperti lipstik, eye shadow, dan pensil alis mencatat pertumbuhan yang baik. Namun, jumlah transaksinya cenderung masih dalam level yang relatif rendah," tulis Pinduoduo.

Adapun menurut perusahaan penyedia data e-commerce ECdataway, penjualan produk kosmetik dan perawatan kulit di raksasa e-commerce China T-mall melonjak 89,5 persen selama periode promo Hari Perempuan Internasional pada pekan pertama Maret 2020.

Angka ini pun jauh lebih tinggi dibandingkan kategori-kategori produk lainnya.

Kemudian disusul oleh penjualan produk-produk rumah tangga yang meningkat 56 persen, serta penjualan produk makanan dan kesehatan menanjak 46 persen yang didorong tingginya permintaan di tengah perpanjangan lockdown.

Sementara itu, data Biro Statistik Nasional China menyebut, penjualan kosmetik di Negeri Tirai Bambu tersebut merosot 14,1 persen menjadi 38,7 miliar yuan atau 5,4 miliar dollar AS, setara sekira Rp 87,7 triliun (kurs Rp 16.258 per dollar AS) pada bulan Januari dan Februari 2020.

Adapun penurunan penjualan ritel secara keseluruhan yang mencapai 20,5 persen.

Chen Ke, analis di Roland Berger menyatakan, dampak virus corona terhadap penjualan kosmetik di China hanya berlangsung dalam jangka pendek.