Bisnis

Petani di Kendal Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan dan Gagal Panen

Petani di Kendal Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan dan Gagal Panen

– Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengatakan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mugi Rahayu di Kabupaten Kendal telah membangun embung.

Embung yang dibangun seluas 100 hektare, panjang 48 meter, lebar 28 meter, dan kedalaman 3 meter. Lokasinya di Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal,” kata Sarwo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Pembangunan embung ditujukan untuk mengatasi kesulitan air saat musim kemarau dan menghindari gagal panen. Pasalnya, debit air dari saluran irigasi tidak mampu lagi menjangkau sawah-sawah petani.

“Sebelum pembangunan embung, telah dilakukan sosialisasi penggunaan pompa air. Namun debit airnya menyusut ketika kekeringan. Dengan adanya embung, diharapkan ketersediaan air terjamin,” imbuh Sarwo.

Tak sia-sia, keberadaan embung tersebut terbukti meningkatkan produktivitas pertanian.

Di lahan seluas 125 hektare dengan luas areal teraliri 30 hektare milik Gapoktan Mugi Rayahu, produktivitas meningkat dari 6 ton per hektare menjadi 6,1 ton per hektare.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun mengapresiasi pemanfaatan embung oleh petani Kendal.

“Dalam kondisi apa pun, pertanian tidak boleh berhenti dan bersoal. Manfaatkan sumber air yang ada, maksimalkan aliran irigasi, atau bangun embung untuk menjaga ketersediaan air,” kata Syahrul, Kamis (25/6/2020).