Bisnis

UMKM Didorong Naik Kelas Agar Bisa Kurangi Gap dengan Pelaku Usaha Besar

UMKM Didorong Naik Kelas Agar Bisa Kurangi Gap dengan Pelaku Usaha Besar

JAKARTA, - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap Gerakan UMKM Naik Kelas bisa mengurangi gap yang terlalu besar antara pengusaha besar dan UMKM.

Caranya, adalah dengan memprioritaskan pelaku usaha tersebut memeroleh permodalan dan pelatihan.

Menurut Teten, output yang hendak dicapai dari Gerakan UMKM Naik Kelas adalah menumbuhkan jumlah wirausaha yang sekarang masih cukup rendah jika dibandingkan dengan total penduduk Indonesia. 

"Karena itu, harus ada UMKM naik kelas. Naik kelas itu bukan berarti melahirkan konglomerasi baru tapi untuk menciptakan keadilan ekonomi. Kue ekonomi yang tadinya dikuasai usaha besar dibagi ke UMKM," ujar Teten dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (22/1/2020).

Teten juga menjelaskan salah satu strategi untuk mencapai UMKM naik kelas dapat dilakukan dengan cara membuka akses pasar seluas-luasnya di dalam negeri dan ekspor.

Di dalam negeri, dilakukan dengan memprioritaskan produk UMKM untuk pengadaan barang dan jasa serta. Untuk di luar negeri dilakukan dengan menggenjot pasar ekspor, dengan meningkatkan mutu produk agar memenuhi standar global. 

"Yang tadinya tidak bisa ekspor, jadi bisa ekspor, yang tidak bisa menguasai pasar dalam negeri akan bisa ekspor. Kami akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam berbagai hal dari pembiayaan, pendampingan," lanjutnya.

Dengan demikian, produk UMKM otomatis dapat bersaing di dalam negeri dan pasar global. 

Namun faktanya saat ini, di dalam negeri produk UMKM bertarung dengan arus produk impor yang masuk melalui e-commerce

Terkait peningkatan standar mutu, Kementerian menegaskan harus ada kemitraan antara UMKM dan usaha besar untuk membangun mindset industri di kalangan UMKM. 

Selanjutnya, untuk mempermudah ekspor sedang dibahas rencana membentuk kamar ekspor bersama dengan Bea Cukai untuk layanan UMKM.