Hiburan

Hal ini Buat Film Tilik Jadi Asyik

Hal ini Buat Film Tilik Jadi Asyik

Film pendek berjudul Tilik sedang ramai diperbincangkan oleh warganet. Film arahan Wahyu Agung Prasetyo seperti judulnya, Tilik atau berarti menjenguk.

Tilik menceritakan mengenai sekumpulan ibu yang ingin menjenguk ibu lurah yang jatuh sakit. Selama perjalanan, ibu-ibu tersebut bergunjing mengenai desas-desus yang terjadi di kampungnya.

Tilik mengangkat kisah sederhana namun masih terjadi dan dekat dengan masyarakat. Adalah satu karakter, Bu Tejo yang paling menonjol. Karakter itu mencerminkan mereka yang hobi membicarakan tetangga.

Dalam setiap obrolannya juga menyentil dengan apa yang terjadi saat inu. Bu Tejo jadi representasi orang-orang yang mudah percaya dengan apa yang dibaca di internet.

Sementara protagonis bernama Yu Ning. Di perjalanan Bu Tejo banyak menceritakan isu mengenai Dian, sang Kembang Desa. Bu Tejo merasa Dian sebagai wanita tidak benar karena sukses dan pekerjaannya tidak terlihat istimewa.

Bu Tejo mengandalkan 'katanya' dan informasi simpang-siur di dunia maya untuk memojokkan Dian. Yu Ning sebagai kerabat jauh Dian coba membela. Perdebatan ibu-ibu dengan bahasa Daerah tersebut yang menjadi daya tarik film ini.

Pengarahan yang ciamik, pergantian gambar dan berbagai isu lainnya buat Tilik jadi asyik ditonton. Belum lagi akting para ibu-ibu yang seolah memang menjadi keseharian mereka untuk berperilaku seperti itu. Film road movie ini buat penonton ikut masuk dan emosi dalam beberapa bagian.

 Apa Arti Tilik Pitik pada Prosesi Panggih Gibran dan Selvi

Film Tilik kini sudah bisa disaksikan melalui YouTube. Rumah produksi Ravacana Films telah mengunggah film berdurasi sekitar 30 menit itu. Sebelum hadir di YouTube, Tilik telah menyabet Piala Maya 2018 untuk kategori Film Pendek Terpilih. Tilik juga pernah masuk sebagai Official Selection World Conema Amsterdam 2019 dan Jogja-Netpac Asian Film Festival 2018.