Hiburan

Pandji Pragiwaksono Sesalkan Orangtua yang Ajak Anaknya Nonton Joker

Pandji Pragiwaksono Sesalkan Orangtua yang Ajak Anaknya Nonton Joker

VIVA – Film Joker tayang perdana di bioskop Indonesia 2 Oktober 2019, menimbulkan kontroversi di beberapa negara. Beberapa menganggap film Joker ini berpotensi menginspirasi serangan kekerasan massal.

Kontroversi ini muncul sejak keluarga korban penembakan massal yang terjadi di penayangan film Batman, The Dark Knight Rises, pada 2012 di Colorado menyampaikan kekhawatiran mereka. Mereka khawatir film Joker justru memberikan empati bagi pelaku dengan gangguan mental untuk melakukan tindak kejahatan keji.

Tayangnya film Joker ini juga ramai di lini media massa lantaran masih ada orangtua yang membawa anak nonton film yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Meski karakter Joker adalah badut, namun ceritanya bukanlah yang lucu-lucuan melainkan menyeramkan.

Para netizen pun kemudian menyarankan agar orang tua tidak mengajak anak mereka untuk menonton film ini lantaran cukup menyeramkan. Bahkan pesohor di Indonesia, pun turut berkomentar dengan adegan yang terdapat dalam film tersebut. Salah satunya adalah Pandji Pragiwaksono, melalui akun twitter pribadinya. Pandji mengaku bergidik saat menonton film Joker.

"Gue ragu bapak-ibunya bisa membuang trauma yang mungkin terjadi terhadap anak itu karena nonton JOKER. Orang dewasa aja bisa bergidik nontonnya," kata Pandji.

Sontak unggahan Pandji pun mendapat respon dari para wargenet twitter. Banyak yang berkomentar bahwa mereka saja takut menyaksikannya apalagi anak-anak.

"Gue aja enggak berani nonton joker," kata netizen.

"Iya gue aja ngilu sendiri," kata netizen lain.

"Setuju banget gw aja ngeliat senyum sama ketawanya merinding donk. Semengerikan itu walaupun ga secara langsung kita dibuat ngeri tapi otak kita ngeresponnya gitu... SAKIT," kata netizen lainnya.

"Gimana kalau orang tua yang mau ajak anak-anaknya nonton joker, coba tanpa anaknya dulu. Sehabis nonton baru ambil keputusan anaknya mau tetep diajak apa enggak," kata lainnya.

Dikisahkan, adalah Gotham City kota yang tidak terurus. Ketimpangan sosial, manajemen kota, semua hal tidak tertata dengan rapi. Vandalisme terjadi di mana-mana, sementara orang berharta tetap menikmati hidupnya.

Sementara di sudut kota, hidup pria bernama Arthur Fleck. Ia mengidap kelainan. Arthur tak bisa mengekspresikan kesedihan atau rasa apapun selain dengan tawa. Arthur mengidap kelainan jiwa. Ia harus mengonsumsi tujuh obat-obatan untuk menekan kelainan jiwa tersebut. Arthur tinggal di apartemen kumuh, mengurus ibunya, Penny Fleck, yang telah renta.

Demi kelangsungan hidup, Arthur bekerja sebagai badut. Berbagai cerita dan kejadian menuntunnya menjadi tokoh yang paling ditakuti di kota Gotham. Akan ada asal usul bagaimana Joker tercipta dan mengapa ia menyebut dirinya demikian.