Internasional

Cemburu, Pria Ini Bakar Istrinya Hidup-hidup

Cemburu, Pria Ini Bakar Istrinya Hidup-hidup

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Seorang perempuan di Kamboja tewas dengan luka bakar setelah berusaha mencegah suaminya membakar rumah beserta anak mereka di dalamnya.

Pria bernama Prum Tam melakukan aksi nekat itu setelah si istri, Loas Sreyne, dituduh berselingkuh di Facebook. Tam yang kalap kemudian mengambil bensin.

Dilaporkan Daily Mirror Senin (17/6/2019), Tam berusaha membakar rumah mereka yang berlokasi di Trapeang Sab, Distrik Bati, kawasan selatan Provinsi Takeo.

Sreyne bergumul dengan suaminya ketika dia bensin yang dibawa Tam tersiram ke tubuhnya. Perempuan 32 tahun itu kemudian dibakar hidup-hidup oleh Tam.

Tetangga yang melihatnya kemudian berusaha membawa Sreyne ke rumah sakit sembari menutupi tubuhnya menggunakan selamat. Namun dia tewas di tengah perawatan.

Tam yang merupakan seorang pawang gajah di kebun binatang terbesar Kamboja, Pusat Penyelamatan Alam Liar Phnom Tamao berusaha bunuh diri setelah membakar istrinya.

Pria berumur 37 tahun itu mencoba melukai tenggorokannya menggunakan golok. Warga desa kemudian menemukan Tam dalam keadaan tidak sadar, namun masih hidup.

Oleh polisi, Tam dilarikan ke rumah sakit dengan dokter mendeskripsikan kondisinya kritis. Dua anak mereka segera diselamatkan tetangga dari rumah yang terbakar.

Wakil kepala polisi setempat Kapten Chan Sokchea mengatakan, Tam yakin Sreyne berselingkuh dengan temannya di Facebook, dan sempat berhubungan seks di Doun Kaev.

Sokchea menjelaskan sebelumnya Tam menyiksa istrinya karena dugaan perselingkuhan itu. Sreyne kemudian meminta cerai, namun ditolak oleh Tam.

"Dia begitu marah kepada istrinya karena mempunyai hubungan dengan pria lain, dan meminta bercerai," ujar Sokchea. Tam disebut sering diliputi cemburu.

Dalam laporan yang didapat, Tam sering marah kepada istrinya jika melihatnya berbicara dengan pria lain. Tam terancam dipenjara selama 15 tahun jika sudah sembuh.

Namun Mayor Polisi Khun Lo mengungkapkan Tam berada dalam perawatan intensif karena kondisinya kritis. "Peluangnya untuk hidup sangat rendah," paparnya.