Internasional

China Blokir Seluruh Halaman Wikipedia dalam Berbagai Bahasa

China Blokir Seluruh Halaman Wikipedia dalam Berbagai Bahasa

BEIJING, KOMPAS.com - China dikabarkan telah memperluas pemblokiran terhadap situs ensiklopedia online, Wikipedia, dengan mencakup seluruh edisi bahasa.

Langkah pemblokiran tersebut diungkapkan oleh sebuah grup riset sensor internet, Open Observatory of Network Interference (OONI).

Menurut OONI, China telah mulai memblokir seluruh edisi bahasa Wikipedia sejak bulan April lalu. Sebelumnya, sebagian besar laman Wikipedia, selain versi bahasa Mandarin, yang dilaporkan telah diblokir sejak 2015, masih tersedia.

Koresponden AFP di China juga telah mengkonfirmasi tidak bisa membuka laman Wikipedia untuk bahasa apa pun pada Rabu (15/5/2019).


"Meski pada akhirnya, konten yang benar-benar penting adalah untuk laman berbahasa Mandarin," ujar Charlie Smith, nama samaran salah satu pendiri Greatfire.org, yang melacak sensor online di China.

Menurut Smith, langkah pemblokiran akses ke seluruh laman Wikipedia untuk berbagai versi bahasa bagi pengguna internet di China hanyalah tindakan simbolis.

"Tindakan itu menunjukkan ketakutan yang dirasakan pihak berwenang China terhadap kebenaran," ujarnya kepada AFP.

Wikimedia Foundation, sebagai organisasi nirlaba yang mengelola situs Wikipedia, tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Selain Wikipedia, petugas sensor online China, yang biasa disebut "Great Firewall" juga telah memblokir sejumlah besar situs asing, di antaranya Google, Facebook, serta media The New Tork Times.

Selain situs online, sejumlah topik yang dianggap sensitif juga dihilangkan dari hasil pencarian di China, seperti isu penumpasan para demonstran pro-demokrasi Tiananmen tahun 1989.

Pemblokiran laman situs Wikipedia yang diperluas hadir ketika otoritas China meningkatkan kontrol online dan menindak perangkat lunak jaringan virtual pribadi atau VPN, yang banyak digunakan untuk menghindari situs yang diblokir.

November lalu, otoritas dunia maya China mengklaim telah "membersihkan" hingga 9.800 akun di platform media sosial China, WeChat dan Weibo, yang dituduh menyebarkan informasi "berbahaya".