Internasional

China Tuding Amerika Bohong, Korban Tewas Corona Diduga 20 Ribu Orang

China Tuding Amerika Bohong, Korban Tewas Corona Diduga 20 Ribu Orang

China menuding Amerika Serikat telah membohongi dunia terkait kondisi negara yang semakin memburuk akibat wabah Virus Corona atau COVID-19.

Pemerintah China menuduh Amerika telah berbohong terkait pemblokiran informasi dan pengusiran wartawan-wartawan China di negeri Paman Sam.

Menurut Juru Bicara dan Wakil Direktur Jenderal, Departemen Informasi, Kementerian Luar Negeri China, Lijian Zhao, selain itu banyak bukti lain yang mengindikasikan negara yang dipimpin Donald Trump itu telah berbohong.

Seperti keengganan Amerika Serikat mendatangkan ahli dari Badan Kesehatan Dunia untuk melakukan penyelidikan terkait corona.

"Apakah mereka takut tanah digali? Jika AS sangat transparan, mengapa tidak mengundang pakar WHO untuk menyelidiki berapa banyak COVID-19 kasus ada di antara 20.000 orang yang meninggal selama musim flu (corona)?," kata Zhao dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 21 Maret 2020.

Untuk diketahui, saat ini Amerika Serikat menjadi negara ke-6 dunia dengan jumlah penderita corona terbanyak. CSSE mencatat total sudah sebanyak 19,624 warga Amerika terinfeksi dan 260 orang meninggal dunia, sedangkan yang berhasil dipulihkan cuma sebanyak 147 orang saja.

Suhu politik Amerika dan China mulai meningkat setelah Donald Trump mengeluarkan pernyataan berbau rasis. Dalam pidato dan tulisannya, Trump mengganti nama Virus Corona atau COVID-19 dengan julukan Chinese Virus atau Virus China.

Hal itu membuat China marah besar karena seolah-olah virus itu diciptakan di negeri panda dan menyebar sampai Amerika. Padahal Mantan perwira intelijen militer dari Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA, Philip Giraldi telah mengemukan hasil penelusurannya bahwa corona diciptakan hasil konspirasi Amerika Serikat dan Israel.

Baca: COVID-19 Kian Ganas, Dalam 3 Hari 75 Ribu Penduduk Bumi Terinfeksi