Internasional

Dampak Virus Corona Ancam Industri Otomotif Dunia, Kok Bisa?

Dampak Virus Corona Ancam Industri Otomotif Dunia, Kok Bisa?

NEW YORK, - Dampak virus corona terhadap kehidupan manusia di China bahkan global sudah begitu jelas terlihat. Hal yang sama juga berlaku untuk dampak virus corona bagi dunia bisnis di dunia.

Dikutip dari CNN, industri manufaktur dunia pun memiliki ketergantungan dengan China sebagai bagian dari rantai pasokan barang dunia.

Banyak ahli khawatir banyak pabrik di seluruh dunia terancam produksinya terhenti jika pabrik-pabrik di China masih belum beroperasi pekan ini.

Industri otomotif praktis menjadi yang paling pertama merasakan dampak tersebut. Hal itu dikarenakan industri suku cadang China begitu besar, sementara proses perakitan mobil tak bisa hanya mengandalkan 99 persen dari produk yang tersedia.

"Anda hanya butuh satu hal tidak tersedia, dan proses produksi bisa terhenti," ujar konsultan industri otomotif di Asia Mike Dunne.

Dia mengatakan, banyak contoh di masa lalu seperti kebakaran atau bencana alam yang menghentikan produksi hanya karena satu suplier dan hal itu berdampak terhadap sistem produksi di dunia.

Sementara, dampak virus corona bisa lebih buruk, tergantung bagaimana luas jangkauan pabrik yang tutup.

China merupakan pemasok raksasa suku cadang otomotif di seluruh dunia. Negerti Tirai Bambu tersebut mengekspor setidaknya 35 miliar dollar AS suku cadang di 2018 berdasarkan data PBB. Berdasarkan data pemerintah setempat sebesar 20 miliar dollar AS dari suku cadang tersebut dikirim ke Amerika Serikat.

Di Amerika Serikat, suku cadang tersebut dikirim ke toko-toko ritel, serta dikirim kembali ke pabrik untuk dirakit menjadi mobil.

Banyak ahli pun mengatakan dampak dari virus corona bisa lebih besar dari yang dibayangkan. Sebab banyak suku cadang dari China seperti chip komputer hingga sekrup dan baut tidak diklasifikasikan sebagai suku cadang otomotif seperti bemper atau piston mesin. Selain itu, banyak juga suku cadang asal China yang juga digunakan untuk merakit mobil di negara lain.

Mencari pengganti dari suku cadang yang sudah lama tersedia tersebut juga tidak akan mudah.