Internasional

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

TOULON, KOMPAS.com - Sebuah kapal selam milik Perancis yang hilang di Mediterania barat pada tahun 1968, dilaporkan telah ditemukan dalam misi pencarian, Minggu (21/7/2019).

Penemuan itu turut mengakhiri penantian selama 51 tahun bagi para kerabat awak kapal selam yang terus mencari jawaban atas nasib anggota keluarga mereka yang hilang dalam bencana angkatan laut tersebut.

"Ini adalah sebuah keberhasilan, melegakan, dan sebuah pencapaian teknis," tulis Menteri Pertahanan Perancis Florence Parly di akun Twitter, pada Senin (22/7/2019).

Bangkai kapal selam Minerve, yang bertenaga diesel dan listrik itu ditemukan di 45 kilometer dari lepas pantai kota Toulon di Perancis selatan.


Saat hilang pada 17 Januari 1968, kapal selam tersebut membawa sebanyak 52 pelaut.

Misi pencarian kapal selam yang telah hilang selama lebih dari lima dekade itu kembali diumumkan pada awal tahun oleh menteri pertahanan.

Parly saat itu mengumumkan misi pencarian baru yang melibatkan kapal-kapal angkatan laut, serta para pakar kelautan, demi memenuhi tuntutan dari keluarga korban untuk menemukan lokasi terakhir orang yang mereka cintai.

"Ini sungguh melegakan dan sangat emosional. Para 52 pelaut itu telah ditinggalkan dalam beberapa hal," ujar putra kapten kapal selam Minerve, Herve Fauve, kepada AFP.

Penemuan kapal selam itu dilakukan oleh sebuah kapal milik perusahaan swasta AS, Ocean Infinity, yang menemukan bangkai kapal selam di kedalaman 2.370 meter.

Penyebab tenggelam dan hilangnya Minerve belum pernah dikonfirmasi, tetapi berita bahwa itu telah ditemukan membawa sukacita dan kelegaan bagi keluarga.

"Saya tidak dapat menemukan kata-kata untuk menggambarkan emosi saya. Ini sangat menenangkan, juga untuk anak-anak saya," kata Therese Scheirmann-Descamps, istri salah satu pelaut yang hilang, Jules.

Minerve terakhir terlihat saat diberangkatkan untuk menjalankan misi pelatihan dalam cuaca buruk pada 17 Januari 1968, dari pangkalannya di Toulon, pelabuhan utama Perancis di laut Mediterania.

Para ahli berspekulasi bahwa kecelakaan kapal selam itu disebabkan masalah dengan kemudi Minerve, tabrakan dengan kapal lain, ledakan rudal atau torpedo, atau kesalahan pada sistem pasokan oksigennya.

Meski lokasinya telah ditemukan, Faure mengatakan jika kapal selam Minerve tidak akan diangkat, tetapi upacara penghormatan akan diadakan di permukaan laut tepat di atas bangkai kapal selam itu berada.