Internasional

Lolos dari Penembakan Massal, Pria AS Ditemukan Tewas di Rumahnya

Lolos dari Penembakan Massal, Pria AS Ditemukan Tewas di Rumahnya

ROUTT COUNTY, KOMPAS.com - Seorang korban selamat dalam insiden penembakan massal di SMA Columbine, AS, pada 1999, ditemukan tewas di rumahnya di Colorado.

Austin Eubanks menderita luka tembakan pada tangan dan lututnya dalam serangan pada 20 tahun silam.

Pria yang kini berusia 37 tahun itu ditemukan tewas pada Sabtu (18/5/2019) di rumahnya di Steamboats Springs, Colorado.


Melansir BBC, autopsinya akan digelar pada Senin (20/5/2019) untuk menentukan penyebab kematiannya. Namun, pihak berwenang menyatakan, tidak ada tanda-tanda penyiksaan dalam tubuhnya.

Eubanks menjadi kecanduan obat-obatan setelah meminum obat penghilang rasa sakit saat berupaya pulih dari luka-lukanya.

Namun dia bangkit dan menjadi pembicara yang membahas masalah penyalahgunaan zat adiktif di AS.

Pada akun Twitter-nya, dia terlihat mengunggah kegiatan Konferensi Pencegahan Opioid dan Obat Resep di Connecticut pada 2 Mei 2019.

"Seperti yang dapat Anda bayangkan, kami sangat terkejut dan sedih, serta meminta privasi kami dihormati saat ini," ujar keluarganya.

Dalam wawancara dengan BBC pada 2017, Eubanks mengisahkan kembali bagaimana penembakan massal itu membunuh sahabatnya dan membuatnya kecanduan obat.

"Saya diberi obat berbagai zat yang menenangkan dan meredakan rasa sakit," ucapnya.

"Saya menjadi kecanduan, bahkan sebelum saya tahu apa yang terjadi," tuturnya.

Eubanks kemudian bekerja di sebuah pusat layanan perawatan kecanduan. Dia berkeliling di AS untuk menceritakan kisahnya dan bekerja untuk meningkatkan pemulihan serta pencegahan candu.

CNN mencatat, Eubanks waktu itu berusia 17 tahun ketika insiden penembakan massal terjadi di sekolahnya.

Dia berada di perpustakaan bersama teman-temannya untuk merencanakan kegiatan pulang sekolah.

"Seorang guru berlari melalui pintu yang sama dengan kami saat masuk ke perpustakaan," katanya.

"Dia berteriak pada semua orang untuk berada di bawah meja karena ada orang membawa senjata," ujarnya.

Sekitar 10 menit kemudian, para penembak masuk ke perpustakaan dan menembak siapa saja yang berada di bawah meja.

Penembakan di SMA Columbine terjadi pada 20 April 1999. Dua pelajar membunuh 12 murid lainnya dan seorang guru. Pelaku kemudian bunuh diri.