Internasional

Menolak Berciuman di Depan Umum, Pasangan Gay Ini Dihajar

Menolak Berciuman di Depan Umum, Pasangan Gay Ini Dihajar

LONDON, KOMPAS.com - Pasangan gay asal Uruguay dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan menjadi korban kekerasan ketika, mereka dihajar oleh sekelompok orang di London.

Melania Geymonat mengunggah foto di mana dia dan pasangannya Chris diserang di sebuah bus pada 30 Mei dini hari waktu setempat di ibu kota Inggris itu.

Diwartakan Newsweek Jumat (7/6/2019), Geymonat mengunggah foto dia dan Chris dengan hidung dan pakaian bersimbah darah di Facebook disertai kronologi kejadian.

Dia mengisahkan awalnya dia dan Chris menaiki bus itu menuju ke kawasan Camden untuk berkencan. Di perjalanan, sekelompok pria menghampiri setelah melihat mereka berciuman.

"Mereka terdiri dari empat orang," kata Geymonat. Gadis 28 tahun itu menuturkan perilaku mereka kemudian menjadi liar. Mereka meminta keduanya kembali berciuman di depan umum.

Geymonat mengatakan untuk mencairkan suasana, dia berusaha bergurau dengan mereka sedangkan Chris berpura-pura sakit agar kelompok pria itu menjauh.

"Namun mereka terus melecehkan kamim. Mereka melemparkan koin yang malah membuat mereka makin antuasi. Terakhir yang saya ingat adalah Chris di tengah bus berkelahi dengan mereka," ujarnya.

Geymonat mengungkapkan dia berusaha membantu Chris yang sudah dihajar tiga orang. Namun, salah satu pelaku menghujamkan pukulan dan membuat kepalanya pusing.

Setelah itu tiba-tiba bus berhenti dan polisi pun datang membantu mereka. Tak hanya dihajar, keduanya juga mengaku dirampok oleh para pelaku.

Dia mengutarakan mereka diserang tidak hanya karena mereka lesbian. Namun juga karena mereka perempuan.

"Saya membagikan kisah ini untuk meningkatkan kesadaran karena insiden ini sering terjadi," jelas Geymonat kembali.

Sementara itu, Kepolisian Metropolitan menyatakan sudah menangkap empat remaja berusia antara 15 sampai 18 tahun yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.

Dilansir AFP via Channel News Asia Sabtu (8/6/2019), keempatnya ditangkap dengan tuduhan melakukan pencurian dan penyerangan sehingga korban terluka.

Kepala Detektif Andy Cox menjelaskan dia sangat muak dengan kasus tersebut karena para pelaku memang sengaja menyasar dan menyerang Geymonat dan Chris.

"Saat ini detektif tengah mempelajari rekaman CCTV. Penyelidikan bakal digelar untuk melacak apakah ada individu lain yang terlibat," ulas Cox.

Insiden itu juga sampai ke telinga Perdana Menteri Inggris Theresa May di mana dia menyerukan penghentian kekerasan terhadap komunitas LGBT.

"Tidak ada yang harus menyembunyikan siapa mereka, siapa yang mereka cintai, dan kita harus bekerja sama menghapus perilaku kekerasan yang terjadi," papar May.