Internasional

Perancis Ajukan Proposal untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran

Perancis Ajukan Proposal untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran

OSLO, KOMPAS.com - Perancis telah mengajukan proposal untuk menyelamatkan Kesepakatan Nuklir Iran 2015 yang terancam bubar setelah ditinggalkan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyambut baik proposal Perancis dan siap bekerja bersama-sama untuk mempertahankan kesepakatan tersebut.

"Ada proposal yang menjadi pilihan, baik dari pihak Perancis maupun Iran, dan kami akan mulai membahas proposal tersebut," kata Zarif di Institut Urusan Internasional Norwegia, Kamis (22/8/2019).

Proposal tersebut diajukan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron, pada Rabu (21/8/2019), yang di antaranya mengusulkan adanya pelunakan sanksi terhadap Iran atau memberikan mekanisme kompensasi untuk memungkinkan rakyat Iran dapat hidup lebih baik.


Sebagai timbal baliknya, Iran, yang kini telah meninggalkan sebagian isi kesepakatan, diminta untuk kembali mematuhi secara penuh kesepakatan nuklir 2015 tersebut.

"Saya menantikan untuk dapat bertemu dan membahas secara serius dengan Presiden Macron tentang kemungkinan untuk melangkah maju," kata Zarif, dikutip Reuters.

Zarif sebelumnya mengatakan telah menjadwalkan pertemuan dengan Macron dan Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian di Paris pada Jumat (23/8/2019).

Kesepakatan Nuklir Iran 2015, atau yang resminya bernama Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), ditandatangani oleh Teheran, bersama AS, Inggris, Cina, Prancis, Jerman, dan Rusia, pada 14 Juli 2015.

Kesepakatan itu menjanjikan manfaat ekonomi dan bantuan peringanan sanksi untuk Iran.

Namun pada Mei 2018, Presiden AS Donald Trump memutuskan menarik Washington dari perjanjian dan kembali memberlakukan sanksi terhadap negara Republik Islam itu.