Internasional

Sebar Propaganda Melawan Negara di Facebook, 2 Aktivis Vietnam Dipenjara

Sebar Propaganda Melawan Negara di Facebook, 2 Aktivis Vietnam Dipenjara

HANOI, KOMPAS.com - Pengadilan Vietnam telah menjatuhkan hukuman penjara kepada dua aktivis atas tuduhan menerbitkan propaganda melawan negara yang merusak.

Kedua perempuan aktivis tersebut, yang bernama Vu Thi Dung dan Nguyen Thi Ngoc Suong, telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan di Vietnam, pada Jumat (9/5/2019), dengan masing-masing enam dan lima tahun penjara.

Keduanya dinyatakan bersalah karena telah mengunggah video dan artikel di Facebook tentang penolakan terhadap kebijakan zona ekonomi khusus yang sedang diusulkan dan undang-undang keamanan siber yang ditingkatkan.

Pengadilan mendapati kedua terdakwa telah bersalah dalam membuat, menimbun, dan menyebarkan propaganda informasi, dokumen, dan materi yang menentang republik sosialis Vietnam.


Kedua perempuan aktivis tersebut, yang juga diketahui bekerja sebagai pedagang, bukan kasus pertama yang melibatkan tuduhan menentang kebijakan pemerintah Vietnam.

Pada Maret lalu, seorang aktivis juga dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah dinyatakan bersalah karena telah mengkritik kebijakan zona ekonomi khusus dan undang-undang keamanan siber, serta dianggap telah menyalahgunakan kebebasan demokratis.

Kebijakan zona ekonomi khusus yang sedang diusulkan dipandang sangat sensitif dan memicu protes nasional tahun lalu, di mana kantor polisi dan kantor pemerintah digeledah.

Sementara undang-undang keamanan siber yang juga banyak dikecam secara garis besar mengharuskan perusahaan internet untuk menyerahkan data pengguna dan menghapus konten jika diperintahkan oleh pemerintah.

Media independen juga dilarang keras di Vietnam, dengan komentar daring dan kritik dipantau ketat, menyebabkan banyak blogger, aktivis, hinga pengacara hak dihukum penjara.

Para pengkritik mengatakan undang-undang siber akan digunakan untuk menargetkan perbedaan pendapat yang banyak ditemukan di dunia maya, meski undang-undang ini belum diimplementasikan.

Sedangkan draf rancangan undang-undang tentang zona ekonomi khusus telah memicu kritik karena dipercaya akan memberikan insentif kepada perusahaan-perusahaan China.

RUU tersebut ditunda pengesahannya menyusul protes yang terjadi di ibu kota Hanoi dan di kota pusat perekonomian Ho Chi Minh. Puluhan demonstran telah ditahan karena terlibat dalam aksi protes.