Internasional

Sebut China "Mengubur Pokemon" Saat Siaran Langsung, Reporter TV Perancis Minta Maaf

Sebut China

PARIS, - Stasiun TV Perancis BFMTV meminta maaf atas ucapan reporter mereka yang terdengar berbisik "Mereka mengubur Pokemon", saat liputan hari berkabung China.

Liputan di saluran berita itu mengudara dalam siaran langsung pada Sabtu (4/4/2020), untuk meliput China yang mengheningkan cipta mengenang para korban meninggal Covid-19.

BFMTV dan jurnalisnya Emmanuel Lechypre dicerca melakukan tindakan rasial dan "sangat tidak pantas", oleh para warganet di media sosial.

Siaran langsung itu menayangkan penuh 3 menit mengheningkan cipta yang dilakukan seluruh penduduk Negeri "Tirai Bambu".

Lebih dari 3.300 nyawa melayang di China akibat wabah virus corona, yang mulai muncul sejak Desember 2019.

Lechypre kemudian meminta maaf, mengatakan bahwa dia tidak tahu mikrofonnya masih hidup.

"Aku mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak pantas, mengira bahwa mikrofon tidak aktif. Aku sangat menyesal," tuturnya dikutip dari AFP.

Kemudian pimpinan BFMTV, Marc-Olivier Fogiel, juga meminta maaf pada pemirsa.

Akan tetapi belum diketahui apakah Lechypre nantinya akan dikenai sanksi atau tidak.

Warganet di media sosial ramai-ramai menyerukan Lechypre dipecat, sedangkan beberapa orang menunjukkan bahwa Pokemon sebenarnya karakter buatan Jepang.