Internasional

Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

ROMA, KOMPAS.com - Sebuah tangga yang diyakini telah dilewati Yesus Kristus telah dipindahkan dari Yerusalem ke Vatikan oleh Kekaisaran Romawi.

Sekarang Tangga Kudus atau disebut Scala Sancta itu kini dibuka bagi umum untuk kali pertaa dalam 300 tahun.

Diwartakan Times of Israel, Minggu (21/4/2019), umat Kristen meyakini tangga tersebut telah dilewati Yesus dalam perjalanan untuk diadili oleh Pontius Pilatus sebelum disalibkan.

Tangga Kudus dibuka pada awal bulan ini setelah lebih dari setahun perbaikan, untuk memberi kesempatan sekali seumur hidup bagi peziarah memanjat tangga seperti yang dilakukan jutaan umat pada abad-abad sebelumnya.

Menurut tradisi, tangga marmer yang terdiri dari 28 anak tangga itu dibawa dari Yerusalem ke Roma pada abad ke-4 di bawah pemerintahan Kaisar Constantine berdasarkan pemintaan ibunya, Helen.

Helen dikenal sebagai seorang kolektor segala benda peninggalan Yesus.

Tangga itu telah dikunjungi oleh banyak umat sebelum akhirnya ditutup dengan papan kayu pada 1723 untuk melindunginya dari kerusakan.

Papan tersebut kemdian dilepaskan pada 1950, namun tangga tetap tidak dibuka untuk umum.

CNN mencatat, tetesan darah Yesus konon jatuh pada anak tangga yang kemudian ditandai dengan salib abad pertengahan di tiga titik.

"Injil Yohanes menceritakan, Yesus naik tangga ini beberapa kali," kata Pastor Francesco Guerra, yang bertanggung jawab atas pemugaran Tangga Kudus.

Pemugaran selama ini ternyata menghasilkan penemuan yang mengejutkan, yaitu lekukan pada marmer akibat kerusakan oleh lutut dan kaki para peziarah.

Seorang peziarah asal Ukraina yang tinggal di Roma, Nina, menjadi orang pertama yang menaiki tangga.

"Saya datang untuk berdoa bagi negara saya yang sedang berperang," katanya kepada AFP.

Manajer pekerjaan perbaikan tangga itu Paolo Violini mengatakan, tidak ada yang tahu pasti tentang tangga yang telah berada di Roma selama berabad-abad, sama dengan yang ada di Yerusalem pada 2000 tahun yang lalu.

"Tidak ada kepastian ilmiah, tetapi sekarang ada kemungkinan untuk melakukan beberapa studi," ujarnya.

Tangga dibuka untuk umum mulai 11 April 2018 dan akan tetap terbuka selama dua bulan selanjutnya.

Direktur Museum Vatikan Barbara Jatta menyatakan, setelah dibuka bagi umum, tangga akan ditutup kembali dengan kayu untuk melindungi marmer.