Internasional

Warga Pulau di Mozambik Sambut Ramadhan dengan Kehancuran Akibat Badai

Warga Pulau di Mozambik Sambut Ramadhan dengan Kehancuran Akibat Badai

IBO, KOMPAS.com - Umat Islam di Mozambik melalui bulan suci Ramadhan dengan badai yang menyebabkan sebagian besar masjid hancur dan persediaan makanan sangat terbatas.

Pulau di kepulauan Quirimbas, lepas pantai timur laut Moazambik, menjadi wilayah paling parah terkena badai.

Melansir kantor berita AFP, Rabu (15/5/2019), topan Kenneth melanda wilayah tersebut pada bulan lalu dengan membawa angin berkecepatan lebih dari 200 km/jam.


Penduduk pulau yang mayoritas bergama Islam dibiarkan tanpa perlindungan, dengan sedikit tempat beribadah. Diperkirakan 90 persen bangunan di wilayah itu rusak.

Salah satu dari beberapa masjid yang masih berdiri, setengah atapnya hancur tertiup angin dan sajadah juga rusak akibat banjir.

Jemaah berkumpul di bagian masjid yang tak terdampak bencana. Sementara para perempuan memilih bertahan di bawah terik matahari untuk berdoa di luar masjid.

"Sangat sedikit orang yang datang untuk sholat karena masjid hancur," kata Kepala Desa Guludo, Muzasufar Abakari.

Warga mencari makanan untuk berbuka puasa dan bertahan hidup dengan biskuit berenergi tinggi yang dibagikan oleh lembaga bantuan.

"Sebagai umat Islam, kami merayakan Ramadhan tetapi tidak ada makanan untuk dimakan," kata Abakari.

"Pada hari Jumat, tidak ada seorang pun karena tembok masjid tidak ada," ujarnya.

Topan itu menewaskan sedikitnya 41 orang di seluruh Mozambik utara dan membuat ribuan orang telantar.

Beberapa orang di Ibo memilih untuk tidur di masjid yang rusak.

"Orang-orang tidur di sini karena rumah mereka hancur," tutur Imam Saidi Cassabo dari desa Kumwamba.

"Tanpa membawa apa-apa, dari pakaian sampai makanan. Semoha doa kami dijawab dan kami akan menerima bantuan," imbuhnya.

Sebelum badai menerjang, pulau Ibo merupakan tujuan wisata populer hingga berjuluk surga pantai emas. Banyak terumbu karang yang masih alami dan tanaman hijau subur.