Internasional

Wartawan Hong Kong Tolak Laporan soal Penembakan Jurnalis Indonesia Veby Mega Indah

Wartawan Hong Kong Tolak Laporan soal Penembakan Jurnalis Indonesia Veby Mega Indah

HONG KONG, - Wartawan Hong Kong, Mimi Lau, menolak laporan pengawas polisi tentang kronologis penembakan terhadap jurnalis Indonesia, Veby Mega Indah, saat meliput unjuk rasa pada akhir September 2019.

Mimi Lau, yang bekerja untuk The South China Morning Post, mengatakan deskripsi Dewan Pengaduan Polisi Independen Hong Kong soal insiden penembakan terhadap Veby Mega "tidak akurat".

Melalui unggahan di Twitter, Jumat (15/5/2020), Mimi Lau mengatakan, "Veby bukan terkena 'sesuatu', ia terkena tembakan polisi."

Sebelumnya, Dewan Pengaduan Polisi Independen Hong Kong merilis laporan dengan menyebutkan bahwa "pengunjuk rasa dan wartawan tidak mengindahkan peringatan polisi ... tiba-tiba, seorang reporter Indonesia terkena sesuatu di mata kanannya dan jatuh ke tanah".

Namun laporan yang dikeluarkan itu tidak menjawab tuduhan pelanggaran yang dilakukan sejumlah polisi.

Laporan ini disusun untuk menilai kinerja polisi Hong Kong dalam menangani gelombang unjuk rasa, menyusul rencana pemerintah membolehkan warga Hong Kong diadili di Cina daratan pada Juni 2019.

Laporan dewan pengawas polisi menyebutkan secara umum tindakan polisi sudah sesuai prosedur, namun meminta polisi mengkaji ulang penggunaan gas air mata.

Dalam laporan itu, aksi demonstran dikecam, sementara "brutalitas polisi diabaikan".

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, menyambut baik isi laporan, namun oposisi dan para pegiat HAM menggambarkannya sebagai "upaya menutupi kesalahan polisi".

Menurut laporan ini, "polisi Hong Kong meremehkan risiko serangan oleh kerumunan di kawasan Yuen Long pada 21 Juli dan gagal membantah rumor kerja sama dengan geng-geng penjahat".