Internasional

Zimbabwe Sudah Jual Hampir 100 Ekor Gajah ke China dan Dubai

Zimbabwe Sudah Jual Hampir 100 Ekor Gajah ke China dan Dubai

HARARE, KOMPAS.com - Pemerintah Zimbabwe dilaporkan telah menjual hampir 100 ekor gajah dari negaranya ke China dan Dubai selama enam tahun terakhir.

Dari hasil penjualan tersebut Zimbabwe telah memperoleh sebesar total 2,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 38,9 miliar.

Menurut juru bicara Otoritas Pengelolaan Taman dan Margasatwa Zimbabwe, Tinashe Farawo, gajah-gajah tersebut dijual karena dianggap sudah terlalu banyak.

Gajah-gajah Zimbabwe telah memadati taman nasional, merambah permukiman warga, merusak tanaman, dan menimbulkan risiko bagi kehidupan manusia.


"Kami memiliki sekitar 84.000 gajah, jauh melebihi kapasitas pendukung yang hanya mampu menampung sekitar 50.000 ekor," ujar Farawo, membenarkan langkah penjualan hewan mamalia raksasa itu.

"Kami meyakini pada penggunaan sumber daya yang berkelanjutan, sehingga kami menjual beberapa gajah untuk dapat mengurus sisanya," tambahnya.

Farawo mengatakan, sekitar 200 orang telah tewas dalam konflik manusia dengan hewan dalam jangka lima tahun terakhir. Selain itu sekitar 7.000 hektar tanaman warga telah hancur oleh gajah.

Dia menambahkan, habitat alami hewan-hewan itu telah terkuras oleh perubahan iklim. Sementara dampak kekeringan yang berulang telah menambah beban pada taman nasional, memaksa gajah-gajah itu mencari makanan dan air di tempat yang lebih jauh.

Farawo menegaskan, uang yang diperoleh dari hasil penjualan gajah secara legal itu telah dialokasikan untuk proyek anti-perburuan liar, pekerjaan konservasi, penelitian, serta kesejahteraan.

Menurut surat kabar lokal, Zimbabwe Chronicle, sebanyak 93 ekor gajah dengan aman diterbangkan ke taman-taman di China dan empat di Dubai, antara 2012 hinga 2018.

Gajah-gajah tersebut masing-masing dijual dengan harga berkisar antara 13.500 hingga 41.400 dollar AS (sekitar Rp 194 juta hingga Rp 590 juta).

Zimbabwe, bersama negara Afrika lainnya, yakni Botswana, Namibia, dan Zambia, telah menyerukan agar pelarangan perdagangan gading gajah secara global diperlonggar, menyusul peningkatan jumlah gajah di beberapa wilayah.

Namun dalam beberapa dekade terakhir, jumlah populasi gajah di seluruh Afrika telah mengalami penurunan sekitar 111.000 ekor menjadi hanya 415.000 ekor. Sebagian besar disebabkan praktik perburuan ilegal.