Kesehatan

4 Tanda yang Harus Diwaspadai Orangtua Bila Anak Terlambat Bicara

4 Tanda yang Harus Diwaspadai Orangtua Bila Anak Terlambat Bicara

, Jakarta Orangtua kadang abai bila anak terlambat bicara. Padahal, penanganan sejak dini berperan besar untuk mengatasi hal tersebut.

"Secara umum, keterlambatan bicara adalah kondisi dimana tidak tercapainya kemampuan berkomunikasi verbal berupa kosakata yang sesuai dengan tahap usia perkembangan anak," ucap dokter spesialis anak konsultan neurologi anak, Lies Dewi Nurmalia.

Kepada orangtua Lies meminta untuk memperhatikan red flags atau tanda waspada yang ada pada anak.

"Ini bukan berarti selalu ada gangguan, tetapi kita sudah harus waspada. Jadi kalau ada, kita bisa segera ambil tindakan," ucap Lies.

Menurut Lies dalam live Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Kamis lalu, berikut empat red flags berdasarkan tahapan usia anak mengenai kemampuannya berbicara.

1. Usia 12 bulan

Red flags yang perlu diperhatikan pada tahapan usia ini, anak tidak melakukan babbling, belum menunjuk, dan tidak ada ekspresi muka.

"Kalau usia satu tahun, anak sudah bisa menunjukkan ekspresi senang, sedih, takut, atau marah. Dia juga biasanya sudah babbling dengan menyebut 'bababa' misalnya," ucap Lies.

Menunjuk juga menjadi salah satu pencapaian yang seharusnya sudah bisa dilakukan oleh anak berusia satu tahun. Seorang anak sudah harus bisa menunjuk sesuatu yang menarik untuknya, walaupun belum bisa berbicara.

2. Usia 16 bulan

Tanda berikutnya yang perlu diwaspadai orangtua adalah jika si anak terlihat seperti sedang mengobrol. Namun tidak ada satu kata pun yang bisa Anda pahami. Seharusnya, di usia ini sudah ada kata-kata yang terlihat jelas, seperti ‘mama’ dan ‘papa’.

"Apabila tidak ada satu kata pun yang dapat kita mengerti, misalnya anak hanya bergurau dengan kosakata yang tidak jelas, maka itu merupakan red flags," ucap Lies.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.