Kesehatan

Curhatan Tenaga Medis: Garda Terdepan Penanganan Corona Adalah Masyarakat

Curhatan Tenaga Medis: Garda Terdepan Penanganan Corona Adalah Masyarakat
Jakarta -

Dr Michelle Au, spesialis anestesi dari Rumah Sakit Emory St Joseph's, Amerika Serikat (AS), mencurahkan isi hatinya menjadi tenaga medis dalam menangani pasien virus corona COVID-19. Ia membagikan curhatannya melalui sebuah video yang diunggah di akun Twitter pribadi miliknya @AuforGA.


Dalam video tersebut, ia mengatakan bahwa tenaga medis bukanlah garda terdepan dalam penanganan virus corona, melainkan baris pertahanan terakhir dalam menangani penyakit ini.

"Kami (tenaga medis) bukan garda depan dalam pertarungan ini. Kami sebagai tenaga medis berdiri di barisan belakang. Kami adalah garis pertahanan terakhir dan kami selalu berharap pertarungannya tidak sampai ke kami," kata Michelle.

"Garda terdepan dalam penanganan wabah ini adalah kalian, seluruh lapisan masyarakat dengan tugasnya untuk menjaga agar kita semua terjaga dari pandemi ini," lanjutnya.

Michelle juga menjelaskan kesehatan masyarakat adalah bagaimana cara mencegah terjadinya penularan penyakit yang semakin besar. Ia pun memohon bantuan untuk seluruh masyarakat agar tetap menjaga jarak, tetap di rumah, dan tidak melakukan perkumpulan agar penyebaran virus corona tidak semakin luas.

"Kamu berjaga dengan cara menerapkan gaya hidup yang bersih. Kamu berjaga dengan cara mengisolasi diri ketika muncul gejala-gejala, dan semoga pada akhirnya tenaga medis bisa menambahkan vaksin sebagai salah satu upaya memenangkan pertarungan ini," jelasnya.

Michelle pun berterimakasih kepada siapa pun yang telah bekerja sama dalam menghadapi pandemi virus corona, dan telah menjaga diri agar tidak tertular penyakit ini.

"Terimakasih sudah berdiri di garda depan untuk kami semua. Kami sebagai barisan pertahanan terakhir sangat menghargai siapa pun yang kalian lakukan untuk membantu," ucapnya.

"Semoga kita semua tetap aman dan saling jaga satu sama lain," tuturnya.



Simak Video "Kabar Terbaru dari Iran soal Uji Coba Obat Virus Corona"

(kna/kna)