Kesehatan

Efek Amonium Nitrat dari Ledakan Beirut Lebanon, Radang Pernapasan hingga Merusak Sel Tubuh

Efek Amonium Nitrat dari Ledakan Beirut Lebanon, Radang Pernapasan hingga Merusak Sel Tubuh

, Jakarta Ada efek kesehatan dari amonium nitrat yang menjadi penyebab terjadinya ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon. Para korban ledakan yang menghirup gas dari asap amonium nitrat berisiko mengalami iritasi, radang pernapasan, dan kerusakan sel tubuh.

Profesor kimia University College London, Andreas Sella menjelaskan, ketika amonium nitrat meledak terjadi pelepasan gas beracun, termasuk nitrogen dioksida dan gas amonia.

Kita melihat sesaat setelah terjadinya ledakan pada Selasa, 4 Agustus 2020, muncul awan berwarna oranye-merah. Ini disebabkan adanya kandungan nitrogen dioksida, yang sering dikaitkan dengan polusi udara.

"Jika tidak ada banyak angin, maka itu bisa menjadi bahaya bagi orang-orang di dekatnya," jelas Sella, dikutip dari BBC News, Kamis (6/8/2020).

Tingginya kadar nitrogen dioksida dapat menjadi masalah bagi para korban ledakan Beirut yang memiliki masalah pernapasan, yakni timbulnya iritasi, sistem pernapasan yang meradang, batuk dan mengi yang memburuk.

Fungsi paru-paru berkurang dan peningkatan serangan asma, menurut American Lung Association. Paparan nitrogen oksida juga dikaitkan dengan masalah kardiovaskular, berat badan lahir rendah pada bayi baru lahir, dan risiko kematian bayi prematur yang lebih tinggi.