Kesehatan

Gerga Bertahan Tanam Kopi Meski Tak Lagi Tinggal di Lereng Gunung Sinabung

Gerga Bertahan Tanam Kopi Meski Tak Lagi Tinggal di Lereng Gunung Sinabung

, Karo Meski tak lagi tinggal di lereng Gunung Sinabung, Gerga warga Siosar, Karo, Sumatera Utara, tetap bertahan menanam kopi. Bagi Gerga, bertanam kopi seakan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Tidak bertanam kopi, tak ada embusan napas penyemangat dalam hidupnya.

Ia menceritakan, dirinya telah menanam kopi sejak tinggal di lereng Gunung Sinabung. Namun, letusan Gunung Sinabung pada tahun 2010 dan aktivitas gunung yang terus aktif membuat ia dan seluruh penghuni desa di sana direlokasi.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Senin (21/10/2019), setelah Gerga direlokasi dari Desa Simacem, lereng Gunung Sinabung, ia dan suaminya masih bisa menanam kopi.

"Rasa kopi di sini berbeda, mungkin karena ketinggian dan jenis tanah. Ada permintaan dari Jerman, tapi kami belum siap. Ya, karena kami baru menanam kopi pada 2016," tutur Gerga yang dulu tinggal di lokasi 2,5 km dari puncak Sinabung.

Walaupun begitu, ia optimis dapat membangun kembali pundi-pundi kehidupan di tempat relokasi yang baru, hunian Siosar, Karo, Sumatera Utara. Pada awalnya, Gerga merasa sulit. Tak seperti saat tinggal di lereng Gunung Sinabung, kini ia harus memulai dari nol menanam kopi.

"Sulit saat harus bercocok tanam pertama kali (lagi), tapi kami mencoba untuk menikmati apa yang diperoleh," tutupnya.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS