Kesehatan

Kerja 24 Jam Sehari, Lembaga Eijkman Uji 180 hingga 270 Spesimen Corona

Kerja 24 Jam Sehari, Lembaga Eijkman Uji 180 hingga 270 Spesimen Corona

, Jakarta Guna mendukung Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Litbangkes) mempercepat pengujian spesimen Corona COVID-19, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman bekerja 24 jam. Pemeriksaan spesimen menggunakan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro menerangkan, dalam 24 jam sehari, Lembaga Eijkman berhasil menguji 180 sampai 270 spesimen Corona.

"LBM Eijkman sudah bekerja boleh dibilang 24 jam dalam sehari. Kira-kira bisa menguji 180 sampai 270 spesimen Corona dengan pengujian PCR," ujar Bambang di Graha BNPB, Jakarta, ditulis Selasa (7/4/2020).

Dalam pengujian spesimen Corona secara umum, Bambang mengakui, masih ada satu hambatan. Bahwa belum maksimal kecepatan di dalam menguji spesimen yang datang dari seluruh penduduk Indonesia.

"Kita masih kekurangan Sumber Daya Manusia yang paham mengenai pengujian spesimen Corona, terutama pengujian dalam Laboratorium level Biosafety Lab 2 (BSL-2) dan BSL-3. Itu sangat terbatas di Indonesia," tegas Bambang, dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan .