Kesehatan

Kluster Corona Hagia Sophia dan Rawannya Penularan di Tempat Ibadah

Kluster Corona Hagia Sophia dan Rawannya Penularan di Tempat Ibadah
Jakarta -

Kenaikan kasus Corona COVID-19 di Turki disebut-sebut salah satunya datang dari Hagia Sophia. Tempat bersejarah ini sempat membuat heboh setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengubah fungsinya dari jadi mesjid pada bulan Juli lalu.

Arab News melaporkan setidaknya ada sekitar 500 orang, mulai dari anggota parlemen hingga jurnalis, terinfeksi COVID-19 usai salat berjamaah di Hagia Sophia. Dilaporkan sudah ada lebih dari 350 ribu orang yang mengunjungi mesjid Hagia Sophia sejak pertama kali dibuka.

"Sayang, saat pembukaan Mesjid Hagia Sophia ribuan warga berkumpul tanpa memperhatikan protokol jaga jarak dan memakai masker. Berbagai kota dari Anatolia mengadakan tur untuk pembukaan ini, tanpa ada yang tahu apakah orang-orang ini mendapatkan izin resmi bepergian dari Kementerian Kesehatan, atau menjaga jarak selama transit," ungkap anggota parlemen dari partai oposisi, Murat Emir, seperti dikutip dari Arab News.

Tempat ibadah memang disebut-sebut sebagai salah satu area rawan terjadinya penularan. Ini karena orang ramai-ramai menghabiskan waktu di dalam ruangan selama periode waktu tertentu. Protokol kesehatan di situasi tersebut sulit untuk benar-benar diterapkan.

Contoh kasus tempat ibadah yang menjadi kluster penyebaran Corona fenomenal ada Korea Selatan. Di awal pandemi, Korea Selatan mulai menghadapi gelombang pertama Corona dari kasus jemaah Gereja Shincheonji di kota Daegu.

Di India, Kuil Venkateswara dilaporkan CNA terpaksa ditutup karena 743 karyawannya positif terinfeksi Corona per tanggal 10 Agustus.



Simak Video "Top 5: Feby Febiola Tampil Botak, Salat Jumat Perdana Hagia Sophia"