Kesehatan

Kronologi BPOM Tarik Obat Lambung Ranitidin dari Pasaran

Kronologi BPOM Tarik Obat Lambung Ranitidin dari Pasaran

, Jakarta Merespons laporan US Food and Drug Administration (FDA) dan European Medicine Agency (EMA) pada Jumat, 13 September 2019, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik izin edar obat lambung ranitidin dari pasaran Indonesia.

Penarikan tersebut dilakukan karena ada temuan senyawa N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang terkandung dalam obat lambung ranitidin.

"Ranitidin sudah dibatalkan dan di-hold sementara waktu untuk melihat kembali proses selanjutnya. Kami melakukan penarikan karena laporan obat itu mengandung cemaran NDMA, yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker)," papar Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi ranitidin di Kantor BPOM, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Sesudah mengeluarkan peringatan, pada 17 September 2019 BPOM menerbitkan informasi awal kepada seluruh tenaga kesehatan terkait kandungan cemaran ranitidin.

Lalu, pada 4 Oktober 2019, BPOM merilis jenis ranitidin yang terdeteksi cemaran berdasarkan data pengujian.

"Kami memerintahkan industri farmasi untuk menghentikan distribusi dan penarikan kembali ranitidin. Kami melakukan pengujian ranitidin dari brand di Indonesia," tegas Penny.