Kesehatan

Masker Tak 100 Persen Ampuh, Ini Cara Terbaik Tangkal Virus Corona

Masker Tak 100 Persen Ampuh, Ini Cara Terbaik Tangkal Virus Corona
Jakarta -

Masker bedah dan masker N95 memang bisa menyaring partikel dari udara, tetapi ukuran virus corona jauh lebih kecil dibanding kemampuan masker dalam menyaringnya. Walau bisa meminimalkan risiko penularan, masker tidak bisa dikatakan 100 persen ampuh.

Pencegahan virus corona yang paling baik menurut Centers for Disease Control and Prevention adalah mencuci tangan sesering mungkin, dan berusaha tidak menyentuh wajah dengan tangan. Menghindari kontak dengan orang sakit juga lebih dianjurkan.

"Menggunakan masker bisa menghentikan seseorang untuk secara langsung memegang mulut dan hidung, yang merupakan jalur umum virus dan kuman masuk ke tubuh," kata Prof Stanley Perlman dari University of Iowa, dikutip dari Dailymail.

Perbandingan masker bedah vs masker N95.Cara pakai masker yang benar. Foto: infografis detikHealth

Dikatakan, ada dua jenis masker yang umum dipakai. Jenis pertama adalah masker N95, yang umum dipakai untuk menangkal asap dan polusi berat. Masker ini menyaring partikel berdiameter 0,3 mikron, sedangkan virus corona disebut punya lebar 0,12 mikron.

Jenis masker yang juga populer adalah masker bedah. Menurut Prof Perlman, jenis ini paling banyak dipakai sekaligus paling tidak efektif karena jarang sekali bisa memfilter partikel berukuran di bawah 5 mikron.

Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP dalam wawancara dengan detikcom beberapa waktu lalu juga mengingatkan bahwa masker cuma salah satu dari berbagai macam perlindungan. Cuci tangan sesering mungkin dan tidak mengucek mata juga termasuk pencegahan yang tidak kalah penting.

"Dan jangan lupa, perhatikan etiket batuk. Selalu ditutup kalau bersin atau batuk," saran dr Diah.



Simak Video "Kemenkes RI Siagakan 19 Daerah Waspada Virus Corona"

(up/up)