Kesehatan

PPNI Minta Pemerintah Jamin Perlindungan Keselamatan Perawat dalam Penanganan COVID-19

PPNI Minta Pemerintah Jamin Perlindungan Keselamatan Perawat dalam Penanganan COVID-19

, Bandung - Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Barat meminta kepada Pemerintah agar menjamin perlindungan keselamatan seluruh perawat saat penanganan COVID-19. Perlindungan keselamatan itu tidak hanya berbentuk uang, namun yang terpenting adalah perlindungan diri saat merawat pasien.

Menurut Ketua PPNI Jawa Barat Wawan Hernawan, jaminan perlindungan keselamatan perawat itu dianggap penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman saat bertugas. Wawan mengatakan salah satu cara agar perawat tidak terpapar COVID-19, yaitu jam kerja perawat tidak lebih dari waktu yang telah dijadwalkan yaitu 40 jam dalam tiga bagian paruh waktu.

“Kalau lihat dari Jawa Barat sendiri, kami melihat masih normatif. Jaganya masih pagi, siang dan malam tidak ada yang berlebihan dua sampai tiga hari. Dengan kondisi ini, kami semuanya diserahkan kepada rumah sakit yang punya protap, SOP. Kami hanya memantau apakah ada masukan dari kita (PPNI), bagaimana seorang perawat bekerja minimal dia kontak dengan pasien itu satu shift. Dan dua shift mereka libur, harusnya begitu,” kata Wawan di Kantor PPNI Jawa Barat, Bandung, Jumat, 20 Maret 2020.

Wawan menyebutkan pembagian tugas perawat secara bergilir, guna menjaga kondisi kesehatan petugas kesehatan terdepan dalam menangani COVID-19. Apalagi paparan COVID-19 ucap Wawan, dianggap sangat luar biasa durasi penyebarannya.