Kesehatan

RI Punya 4,8 Juta Pasien Kanker, Perlu Bikin RS Khusus Kanker Lagi?

RI Punya 4,8 Juta Pasien Kanker, Perlu Bikin RS Khusus Kanker Lagi?
Jakarta -

Pengidap kanker di Indonesia makin bertambah setiap tahunnya. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan saat ini pasien kanker di Indonesia telah menyentuh angka 4,8 juta.

Hal ini menjadi perhatian khusus sebab diketahui bahwa rumah sakit khusus kanker di Indonesia terpusat di RS Kanker Dharmais, Jakarta. Melihat hal ini, apakah pemerintah akan membuat rumah sakit khusus kanker lainnya?

"Kalau khusus untuk RS saya kira belum karena rumah sakit umum masih bisa melaksanakan. Beban cost-nya akan tinggi dan penyintas kanker kan tidak diperlakukan khusus, dia bisa saja bergabung dengan pasien lain beda dengan infeksi," sebut dr M Subuh, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes RI, saat dijumpai di acara World Cancer Day, CISC, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020).

Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan terapi kanker.Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan terapi kanker. Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth

Disebutkan Subuh, saat ini seluruh rumah sakit pemerintah pusat dan daerah masih mampu menangani pasien kanker. Namun memang keterbatasan alat pemeriksaan membuat beberapa pasien kanker harus dirujuk ke RS Kanker Dharmais.

"Pada kasus tertentu memang perlu rujukan ke Dharmais karena keterbatasan alat radiologi. Memang belum di setiap rumah sakit punya," sebutnya.

Untuk pemerataan pelayanan, tidak menutup kemungkinan alat radiasi akan diperbanyak. Artinya ke depan alat radiasi akan disediakan minimal satu di setiap provinsi. Diakui Subuh, saat ini memang hanya beberapa provinsi yang memiliki alat tersebut.

"Namun selama rumah sakit mempunyai kemampuan, kompetensi dan dokter yang bisa melakulan kemoterapi, bisa melakikan pelayanan kanker, bisa dilakukan selama RS punya dokter spesialis," pungkasnya.



Simak Video "Cegah Kanker Serviks Sejak Dini dengan Tes HPV DNA"

(kna/up)