Kesehatan

Seluk Beluk Ganja yang Dibawa Dwi Sasono, Jadi Obat Sekaligus Narkotika

Seluk Beluk Ganja yang Dibawa Dwi Sasono, Jadi Obat Sekaligus Narkotika

, Jakarta Aktor Dwi Sasono menambah panjang deretan artis Tanah Air yang tersandung kasus dugaan penyalahgunaan narkotika. Ia ditangkap bersama barang bukti ganja yang disembunyikan di salah satu sudut rumahnya.

Bicara soal ganja dalam bidang kesehatan, sudah banyak bukti yang menyebutkan tanaman ini mampu menyembuhkan beberapa penyakit.

Seperti dimuat laman WebMD, tanaman ganja mengandung lebih dari 100 bahan kimia berbeda yang disebut cannabinoid. Delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol (CBD) adalah bahan kimia utama yang digunakan dalam pengobatan. Di sisi lain, THC juga menghasilkan perasaan "high" yang dirasakan orang ketika mereka menghisap ganja atau mengonsumsi makanan yang yang terdapat ganja di dalamnya.

Terlepas dari kandungannya itu, ganja medis diklaim bisa mengatasi kondisi berikut:

- Penyakit Alzheimer

- Kehilangan nafsu makan

- Kanker- Penyakit Crohn

- Anoreksia

- Epilepsi

- Glaukoma

- Skizofrenia dan gangguan stres pasca trauma (PTSD)

- Sklerosis ganda

- Kejang otot

- Mual

- Rasa sakit

- Wasting syndrome (cachexia)

"Meski ganja dijadikan bahan pengobatan, namun ganja kerap disalahgunakan," kata Marcel Bonn-Miller, PhD, seorang ahli yang menangani pasien kecanduan obat-obatan terlarang di University of Pennsylvania Perelman School of Medicine.

Bonn Miller tidak menampik bahwa ganja medis memiliki bukti yang kuat untuk mengurangi rasa sakit kronis, mual dan muntah karena kemoterapi, dan kelenturan (otot kaku] dari Multiple sclerosis (MS).