Kesehatan

Studi Terbaru: Pembatasan Kalori Selama 2 Tahun Bisa Perpanjang Usia

Studi Terbaru: Pembatasan Kalori Selama 2 Tahun Bisa Perpanjang Usia

, Jakarta - Meski sudah menjalankan diet, ada kalanya usia sebenarnya seseorang tidak sama dengan usia biologis. Usia biologis adalah usia dari sel-sel tubuh yang menggambarkan Anda sudah terlihat seberapa tua. Sedangkan usia kronologis adalah usia Anda sekarang yang dihitung dari tanggal lahir Anda.

Mengutip pidato dari John F. Kennedy yang disampaikan saat Konferensi White House pertama tentang "penuaan" pada tahun 1961, "Hidup memang bisa menambah usia, tapi tidak hanya usia yang ditambahkan ke kehidupan," katanya.

Lalu, apa yang perlu kita lakukan untuk memperpanjang umur dan kualitas hidup? Para peneliti dari seluruh dunia selalu berusaha mencari cara untuk mengatasinya, namun bagi Mattison dan rekannya, jawabannya adalah perubahan sederhana dalam diet.

Tidak ada kunci diet menuju usia tua sebaik mengurangi jumlah makanan di piring, atau lebih dikenal dengan "pembatasan kalori".

Adapun gagasan makanan yang dikonsumsi memengaruhi kesehatannya, telah dikemukakan sejak zaman Yunani Kuno oleh Hippocrates, seorang dokter pertama yang mengklaim penyakit itu bukan supranatural, melainkan berhubungan dengan 'kerakusan'. Menurutnya, orang gemuk cenderung mati lebih muda daripada yang langsing, sebagaimana dikutip dari BBC.

Hal ini pula diperkuat dengan penelitian pada tahun 1935 pada tikus putih, dengan membatasi diet sekitar 30-50% telah menunjukkan perpanjangan usia hidup. Artinya, menunda kematian akibat gangguan atau penyakit berkaitan dengan usia.

Itulah sebabnya, pada akhir 1980-an, dua uji coba independen jangka panjang - satu di National Institute on Ageing (NIA) dan lainnya di University of Wisconsin - didirikan untuk mempelajari pembatasan kalori dan penuaan pada monyet Rhesus.

Alasan saat itu memakai monyet rhesus karena mereka memiliki 93% DNA mirip dengan DNA manusia. Proses penuaan juga sama, dari kulit dan otot yang mengendur, rambut yang berubah dari coklat menjadi abu-abu. Bahkan frekuensi penyakit seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung pada primata ini juga semakin parah seiring bertambahnya usia. Mereka juga lebih mudah dikontrol.

"Mereka (monyet rhesus) adalah model yang sangat baik untuk mempelajari penuaan," ujar Rozalyn Anderson, seorang ahli gerontologi dari University of Wisconsin.