Kesehatan

Untuk Penanganan Covid-19, BPOM Serahkan Bantuan Rp500 Juta pada BNPB

Untuk Penanganan Covid-19, BPOM Serahkan Bantuan Rp500 Juta pada BNPB

, Jakarta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyalurkan bantuan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp500 juta untuk penanganan Covid-19.

Menurut Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, bantuan ini juga dititipkan dari penggalangan dana sosial industri obat dan makanan.

"Bantuan yang disalurkan ke BNPB diberikan dalam bentuk obat, makanan, Alat Pelindung Diri (APD), hand sanitizer dan healthcare. Selain itu pihak internal BPOM juga memberikan bantuan Rp500 juta," kata Penny dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa (7/4/2020).

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito kepada Kepala BNPB, Letnan Jenderal Doni Monardo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Selain itu, Kepala Badan POM juga menyerahkan empat buah buku pedoman/informasi tentang obat yang dapat digunakan sebagai acuan oleh tenaga kesehatan di seluruh Rumah Sakit Rujukan, sarana kesehatan lain di Indonesia, dan berbagai pihak terkait.

Keempat buku tersebut adalah:

1. Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia

2. Langkah Strategis Badan POM dalam Penanganan Obat COVID-19

3. Pedoman Pelayanan Publik di Bidang Obat dalam Kondisi Pandemi COVID-19, dan

4. Pedoman Pengawasan Pemasukan Obat COVID-19 melalui Jalur Khusus.

Sebelumnya, Penny menjelaskan, pada 23 Maret lalu, Badan POM telah meminjamkan 4 unit mobil insinerator untuk memusnahkan limbah medis infeksius yang dihasilkan selama proses penanganan pasien COVID-19 di RS Darurat Corona Kemayoran.

Kemudian pada 1 April alat Realtime PCR (Polymerase Chain Reaction) Badan POM juga dimanfaatkan untuk mendukung pengujian deteksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-Cov-2) yang menyebabkan penyakit Coronavirus disease 2019 (COVID-19) di laboratorium/Labkesda DKI Jakarta.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan .