LifeStyle

3 Orang Meninggal Setelah Pakai Hand Sanitizer Mengandung Metanol

3 Orang Meninggal Setelah Pakai Hand Sanitizer Mengandung Metanol

Tiga orang telah meninggal, tiga lainnya dalam kondisi kritis dan satu orang buta permanen, setelah menggunakan hand sanitizer mengandung metanol, bentuk alkohol beracun, demikian menurut Departemen Kesehatan New Mexico.

Petugas medis negara tersebut mengatakan kasus-kasus itu berkaitan dengan alkoholisme, karena hand sanitizer biasanya memiliki kandungan alkohol yang tinggi. Kasus pertama dilaporkan ke New Mexico Poison Control Center pada awal Mei 2020 lalu, sementara yang lain terjadi setelah 29 Mei 2020. 
 
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), metanol dapat diserap dalam tubuh melalui inhalasi, konsumsi, kontak kulit, atau kontak mata. Jika tertelan, dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk sakit kepala, penglihatan kabur, gagal ginjal, koma, bahkan kematian.

Brandon Warrick, asisten profesor di Universitas New Mexico yang disertifikasi dalam pengobatan darurat, toksikologi medis, dan kecanduan, mengatakan kepada New York Times bahwa ini adalah jumlah terbesar kasus keracunan metanol yang pernah dia lihat.

Warrick sebagian menghubungkannya dengan fakta bahwa, secara historis, keracunan metanol telah terjadi pada saat alkohol sulit didapat.

"Karena pembersih tangan sulit ditemukan di era COVID-19, saya curiga ada hubungannya dengan COVID-19," kata dia, dikutip People, Minggu 28 Juni 2020.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), baru-baru ini mengingatkan konsumen bahwa beberapa jenis hand sanitizer yang dibuat di Meksiko mungkin mengandung metanol, yang bisa beracun jika dioleskan ke kulit atau tercerna.

Di situs web mereka, FDA mendaftarkan 9 produk hand sanitizer dari pabrikan Meksiko Eskbiochem SA de CV, yang tidak boleh digunakan dalam keadaan apapun, di antaranya All-Clean Hand Sanitizer, Esk Biochem Hand Sanitizer, CleanCare NoGerm Advanced Hand Sanitizer 75 persen Alcohol, Lavar 70 Gel Hand Sanitizer, The Good Gel Antibacterial Gel Hand Sanitizer, CleanCare NoGerm Advanced Hand Sanitizer 80 persen Alcohol, CleanCare NoGerm Advanced Hand Sanitizer 75 persen Alcohol, CleanCare NoGerm Advanced Hand Sanitizer 80 persen Alcohol, dan Saniderm Advanced Hand Sanitizer.

FDA mengatakan, mereka telah menguji sampel produk Lavar Gel dan CleanCare No Germ dan menemukan metanol. FDA juga mendesak setiap konsumen yang telah terpapar hand sanitizer yang mengandung metanol untuk segera mencari perawatan.

Mereka juga merekomendasikan konsumen untuk berhenti menggunakan produk hand sanitizer beracun dan membuangnya sembarangan karena bisa membahayakan. Konsumen juga diminta untuk tidak menuangkan produk hand sanitizer beracun tersebut ke saluran pembuangan.

Oleh karena itu, para ahli kesehatan termasuk CDC, merekomendasikan untuk membersihkan tangan dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, sebagai cara terbaik untuk menghindari infeksi virus corona atau COVID-19.

Jika sabun dan air tidak tersedia, CDC merekomendasikan untuk menggunakan hand sanitizer yang mengandung minimal 60 persen alkohol. Jika dilakukan dengan benar, para ahli memperkirakan, membersihkan tangan dapat mengurangi penularan infeksi penyakit pernapasan hingga 16 - 21 persen.