LifeStyle

Ada ANTV di Banten, Berikan Berkah Ke Pedagang Kecil

Ada ANTV di Banten, Berikan Berkah Ke Pedagang Kecil

Kemeriahan acara ADA ANTV yang merupakan rangkaian HUT ANTV ke-27 menambah rezeki bagi masyarakat sekitar dan pedagang kaki lima (PKL).

Seperti Kakek Ujang, pria sepuh berusia 57 tahun ini berdagang kacang rebus di areal acara. Kakek Ujang tinggal tak jauh dari lokasi acara. Biasanya, dia memakan waktu lama untuk menghabiskan kacang rebus yang di jual Rp 5 ribu per bungkusnya. Namun karena acara 'ADA ANTV' di Alun-alun Petir, dagangannya cepat habis.

"Biasanya keluar sore, habis ashar, sekitar pukul 16.00 an. Kadang habis sampai malem, pukul 24.00 wib. Kadang enggak habis. Kalau ini udah nambah lagi, nambah satu (bakul) lagi," kata Kakek Ujang, ditemui di bakul dagangannya, di Alun-alun Petir, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu 08 Februari 2020.

Kakek Ujang mengaku berjalan kaki sekitar 30 menit dari rumahnya untuk sampai ke lokasi acara HUT ANTV di Alun-alun Petir, Kabupaten Serang, Banten. Dia rela berjalan kaki untuk berdagang kacang rebus, agar dapurnya terus ngebul.

"Anak sudah pada nikah, udah tinggal sama keluarganya. Kalau siang ya usaha apa aja, yang penting istri sama saya bisa makan, enggak minta ke anak," terangnya.

Begitupun yang di alami Amrullah, bapak tiga orang anak ini mengaku rezekinya nomplok saat berjualan pesawat terbang dari gabus putih. Dagangannya tinggal sedikit lagi habis. Dia mengaku berjualan sejak sore, sekitar pukul 15.00 wib di lokasi acara. Ketika ditemui saat acara belum selesai, hanya tersisa sedikit kapal-kapalannya tersebut.

"Alhamdulillah rejeki anak-anak sama keluarga di rumah. Biasanya kalau mau habis, bisa jualan dari pagi sampai malam. Tapi ini keluar tadi sore udah mau habis," kata Amrullah, ditemui disela-sela dirinya melayani pembeli, ditempat yang sama, Sabtu 8 Februari 2020/

Hasil dagangan kapal dari gabus itu digunakan Alam untuk membiayai pendidikan anak dan kehidupan sehari-harinya. Dia selalu bersyukur, meski penghasilannya pas-pasan, namun masih bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

"Bersyukur aja. Kalau siang, ya kerja ngapain aja. Hang penting halal untuk sekolah anak-anak," terangnya.