LifeStyle

Cegah Covid-19, Perlukah Tahan Napas saat Berdekatan dengan Orang?

Cegah Covid-19, Perlukah Tahan Napas saat Berdekatan dengan Orang?

- Beberapa negara terdampak Covid-19 mulai memasuki fase normal baru atau new normal, termasuk Indonesia. Sejumlah orang akan segera kembali ke rutinitas lama, seperti bekerja di kantor.

Meski begitu, orang-orang masih terus mencari cara untuk melindungi dirinya semaksimal mungkin dari infeksi Covid-19 saat kembali ke rutinitasnya.

Berbagai pertanyaan berkaitan dengan keamanan diri juga terus bermunculan. Salah satunya, perlukah kita menahan napas ketika berdekatan dengan orang lain demi mencegah penularan virus?

Pertanyaan itu muncul terutama dari orang-orang yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah atau pergi ke rumah sakit untuk alasan darurat.

Kebanyakan orang mungkin akan secara insting menahan napas ketika ada berdekatan dengan orang lain untuk menjaga dirinya jauh dari patogen berbahaya.

Namun, hal pertama yang disarankan ketika berada di ruang publik dengan banyak orang di sekitar adalah menggunakan penutup wajah atau masker kain, dan mempraktikkan pembatasan fisik.

Para ahli meyakini, seseorang yang berjalan mendekati kita dalan waktu sebentar cenderung tidak akan menulari virus. Kecuali jika mereka batuk dan bersin tepat di wajah kita sampai kita terkena tetesan atau droplet.

Oleh karena itu, menahan napas hanya karena berdekatan dengan seseorang sebentar mungkin tidak diperlukan.

Itulah mengapa anjuran untuk menjaga jarak setidaknya 2 meter terus disuarakan. Selain itu, penting untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti menggunakan masker, tidak menyentuh wajah di tempat umum, hingga mencuci tangan dengan air dan sabun sesering mungkin.

Ingatlah jika menahan napas mungkin sedikit menguntungkan, itu tentu tidak bisa menggantikan fungsi masker wajah, terutama ketika di tempat umum.