LifeStyle

Demi Pencernaan Sehat, Perhatikan Kadar Gula dalam Yogurt

Demi Pencernaan Sehat, Perhatikan Kadar Gula dalam Yogurt

KOMPAS.com – Yogurt merupakan minuman fermentasi yang baik bagi saluran cerna. Sayangnya, di pasaran banyak produk yogurt dengan kandungan gula tinggi yang sebenarnya mengancam bakteri baik di usus.

Menjaga kesehatan pencernaan sangat penting karena kesehatan saluran cerna berpengaruh pada kesehatan tubuh secara menyeluruh, mulai dari otak, sistem imun, kondisi kulit, hingga mood.

Sebagian besar masalah pencernaan disebabkan karena ketidakseimbangan bakteri di usus.
Yogurt, yang difermentasi menggunakan bakteri baik atau sering disebut probiotik sangat dibutuhkan untuk membantu menyeimbangkan microbiota usus.

Meski demikian, sebaiknya pilih produk yogurt yang memiliki kadar gula rendah. Banyak orang tidak peduli dengan kadar gula dalam produk yogurt karena meyakini minuman ini pasti menyehatkan.

Menurut penjelasan dr.Marya Haryono, Sp.GK, gula membuat jumlah bakteri jahat bertambah dan akibatnya bakteri baik terus berkurang. Di lain pihak, pencernaan yang tidak sehat juga meningkatkan keinginan untuk terus menerus mengonsumsi gula.

"Untuk saluran cerna sendiri ternyata gula sumber energi makanannya bakteri. Ini bisa, tapi ini bukan yang kita harapkan untuk jadi makanan sehat si bakteri. Justru, kelebihan gula dapat memengaruhi keseimbangan jumlah bakteri baik dan jahat dalam sistem pencernaan," kata Marya.

Penelitian yang dilakukan tim dari Oregon State University, AS, tahun 2013 menunjukkan bahwa bakteri jahat di usus akan berkembang biak dengan pesat bila terus menerus diberi asupan gula.

Selain itu, gula juga memiliki sifat inflamasi, termasuk di saluran cerna. Inflamasi terjadi ketika jaringan tubuh terinfeksi bakteri, luka, panas, atau racun.

Inflamasi dalam waktu lama dapat memicu kanker dan penyakit berbahaya lainnya.

Marketing Director PT.Heavenly Nutrition Indonesia, Ivvone Aryanti (kiri) dan dr.Marya Hartono Sp.GK (kanan) dalam acara talkshow tentang bahaya gula bagi pencernaan di Jakarta (27/11/2019).Kompas.com/Lusia Kus Anna Marketing Director PT.Heavenly Nutrition Indonesia, Ivvone Aryanti (kiri) dan dr.Marya Hartono Sp.GK (kanan) dalam acara talkshow tentang bahaya gula bagi pencernaan di Jakarta (27/11/2019).

Baca label